Legislator Dorong Kemandirian Industri Farmasi Dalam Negeri

Ilustrasi. Foto: Dok. Medcom.id.

Legislator Dorong Kemandirian Industri Farmasi Dalam Negeri

Fachri Audhia Hafiez • 15 June 2026 22:38

Jakarta: Pemerintah didorong segera mempercepat langkah kemandirian industri farmasi dalam negeri. Dorongan ini menyusul adanya potensi lonjakan harga obat-obatan di pasar domestik.

“Karena itu, momentum ini harus menjadi dorongan untuk mempercepat kemandirian industri farmasi dalam negeri,” kata anggota Komisi IX DPR, Netty Prasetiyani Aher, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.
 


Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengakui industri farmasi nasional tengah menghadapi tekanan hebat dalam beberapa bulan terakhir karena mayoritas bahan baku obat masih dipasok dari luar negeri. Guna mengantisipasi krisis, BPOM kini tengah menyiapkan relaksasi kebijakan serta diversifikasi suplai bahan baku.

Meski Netty mengapresiasi langkah cepat BPOM dalam mendampingi industri farmasi mencari alternatif suplai, ia menilai kebijakan tersebut hanya bersifat mitigasi jangka pendek. Pemerintah diminta memiliki strategi makro yang lebih fundamental untuk jangka panjang.

“Persoalan yang kita hadapi saat ini menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap bahan baku impor masih menjadi titik lemah sistem farmasi nasional,” ujar Netty.


Kompleks Parlemen, Jakarta. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.

Dia menilai untuk memutus rantai ketergantungan impor, pemerintah wajib memperkuat ekosistem industri bahan baku obat nasional dari hulu ke hilir. Langkah ini mencakup penguatan sektor riset, pemenuhan iklim investasi yang kondusif, pemberian insentif bagi pelaku industri, hingga penguatan kolaborasi sinergis antara lini pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, serta sektor swasta.

“Ketahanan kesehatan nasional tidak hanya ditentukan oleh jumlah rumah sakit atau tenaga kesehatan, tetapi juga oleh kemampuan negara menjamin ketersediaan obat yang aman, bermutu, dan terjangkau bagi rakyat,” jelas Netty.

(Fachri Audhia Hafiez)