TKA Asal Tiongkok pelaku bentrokan dengan warga lokal di Morowali. MI
Pascabentrok dengan Warga Lokal, 21 TKA Asal Tiongkok Dipulangkan
M Taufan SP Bustan • 8 October 2026 13:42
Morowali: Sebanyak 21 tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok yang bekerja di PT Karyatama Konawe Utara (KKU) telah dipulangkan ke negara asalnya usai dievakuasi terkait kericuhan di kawasan PT Astima Konstruksi (Askon), Morowali, Sulawesi Tengah.
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Tengah menyampaikan perkembangan penanganan insiden yang terjadi pada Sabtu, 3 Oktober 2026 tersebut. Direktur Reskrimum Polda Sulteng Kombes Suryono mengatakan pemulangan 21 TKA dilakukan pihak perusahaan pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Suryono memastikan puluhan pekerja tersebut tidak terlibat dalam kericuhan. Mereka sebelumnya dievakuasi oleh Polres Morowali sebagai langkah pengamanan setelah situasi di lokasi memanas.
Sementara itu, penyidik gabungan Ditreskrimum Polda Sulteng dan Polres Morowali masih melakukan pemeriksaan terhadap 53 TKA lainnya. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami keterlibatan serta fakta hukum dalam insiden tersebut.
"Pemeriksaan terhadap 53 TKA terus berjalan untuk mendalami fakta hukum di lapangan," ujar Suryono di Palu, Kamis, 8 Oktober 2026.
Satu TKA lainnya masih menjalani perawatan medis akibat luka yang dialami dalam insiden tersebut. Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Achmad Muhaimin mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dan tetap menjaga ketenangan. Penanganan kasus diserahkan kepada kepolisian sesuai proses hukum yang berlaku.
Polda Sulteng memastikan penyelidikan terhadap insiden tersebut dilakukan secara profesional untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Sulawesi Tengah.
Sebelumnya, aparat keamanan mengevakuasi 75 pekerja asal China dari lokasi kejadian ke Markas Polda Sulteng. Evakuasi dilakukan setelah bentrokan terjadi sebagai langkah untuk mengendalikan situasi.
Kapolres Morowali AKB Reza Khomeini sebelumnya mengatakan seluruh pekerja asal China tersebut dibawa ke Mako Polda Sulteng untuk menjalani pemeriksaan.
.jpg)
Ilustrasi penganiayaan. Dok. Medcom.id
"Iya benar, kita telah mengevakuasi 75 (WNA) serta telah membawa WNA tersebut Ke Mako Polda Sulteng untuk dilakukan pemeriksaan," kata Kapolres Morowali AKB Reza Khomeini.
Personel gabungan juga ditempatkan di wilayah Morowali untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan setelah bentrokan. Mengenai jumlah korban, Reza menyampaikan terdapat empat orang yang mengalami luka dalam insiden tersebut. Mereka terdiri dari tiga warga negara Indonesia (WNI) dan satu warga negara asing (WNA).
"Berdasarkan data korban sementara sampai dengan hari Sabtu (3 Oktober) terdapat terdiri tiga orang WNI dan satu orang WNA mengalami luka-luka. Saat ini, satu orang WNA yang mengalami luka-luka sedang dirawat," ungkap Reza.
Ketegangan di kawasan PT Askon sebelumnya diawali aksi unjuk rasa warga pada Jumat, 2 Oktober 2026. Polisi menduga miskomunikasi dalam aksi tersebut memicu eskalasi hingga terjadi bentrokan fisik. Penyidik kini masih mendalami rangkaian peristiwa tersebut, termasuk peran 53 TKA yang masih menjalani pemeriksaan.