Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam forum 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita yang digelar Metro TV di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.
Menkeu Suahasil: Defisit APBN 2027 Dijaga 2,4 Persen
Andika Fauzan Azhari • 8 October 2026 11:23
Jakarta: Pemerintah memastikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 tetap berada di bawah batas 3 persen. Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengatakan pengendalian defisit menjadi upaya menjaga kredibilitas anggaran sekaligus memberikan ruang bagi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
"Defisit kita jaga di 2,4 persen, tetap di bawah 3 persen. Bahkan Presiden kita sendiri dalam dua kali kesempatan berpidato mengantarkan RAPBN dan Nota Keuangan selalu mengatakan kita akan efisiensikan terus APBN kita, sehingga kita bisa menjadi lebih kredibel," ujar Menkeu Suahasil dalam acara 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.
Suahasil mengatakan pemerintah tetap menyiapkan APBN 2027 dengan postur yang ekspansif secara terukur. Kebijakan tersebut diarahkan untuk ukungan terhadap aktivitas perekonomian nasional tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan fiskal.
Dalam rancangan APBN 2027, pemerintah memproyeksikan penerimaan negara mencapai Rp3.435 triliun. Sementara itu, belanja negara direncanakan sebesar Rp4.100 triliun.
Dengan postur tersebut, pemerintah menetapkan target defisit sebesar 2,4 persen. Suahasil menegaskan pengendalian defisit tetap menjadi perhatian dalam pelaksanaan kebijakan fiskal.
Fleksibel Hadapi Ketidakpastian Global
Di tengah dinamika perekonomian global, pemerintah juga menyiapkan fleksibilitas dalam pengelolaan anggaran. Suahasil mengatakan fleksibilitas diperlukan agar kebijakan fiskal dapat merespons perubahan situasi tanpa mengabaikan tata kelola anggaran.
"APBN ditetapkan dengan undang-undang, tapi dijalankan dengan sangat fleksibel dengan memastikan kita melihat situasi dunia yang terjadi itu seperti apa," tambah Suahasil.
Menurut Suahasil, APBN memiliki fungsi sebagai shock absorber atau peredam guncangan ketika terjadi perubahan kondisi eksternal. Karena itu, pemerintah perlu menyesuaikan pengelolaan anggaran dengan perkembangan global yang dapat memengaruhi perekonomian nasional.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.
Dinamika geopolitik, perubahan harga komoditas dunia, serta potensi dampak bencana alam menjadi sejumlah kondisi yang perlu diperhitungkan dalam pelaksanaan APBN. Pemerintah akan melakukan penyesuaian atau rekalibrasi anggaran secara berkala sesuai perkembangan situasi.
Langkah tersebut ditempuh agar fleksibilitas APBN tetap berada dalam koridor pengelolaan fiskal yang terukur. Pemerintah juga berupaya menjaga keseimbangan antara dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi dan kredibilitas anggaran negara.