Daftar Pahlawan Nasional Berdasarkan Era Sejarah

Sultan Hasanuddin. Foto: Ditjen SMP.

Daftar Pahlawan Nasional Berdasarkan Era Sejarah

Fachri Audhia Hafiez • 2 November 2026 18:49

Jakarta: Gelar Pahlawan Nasional merupakan bentuk penghormatan tertinggi dari Pemerintah Republik Indonesia atas pengorbanan, gagasan, serta pengabdian luar biasa yang diberikan oleh para tokoh bangsa dalam membangun dan membela kedaulatan negara.

Sepanjang perjalanan sejarah Nusantara hingga berdirinya Republik Indonesia, lahir sosok-sosok gigih yang berjuang di berbagai bidang, mulai dari perlawanan fisik bersenjata, diplomasi politik, pendidikan, hingga perjuangan sosial budaya.
 


Berikut adalah rekam jejak tokoh-tokoh penerima gelar pahlawan nasional yang dikelompokkan berdasarkan era sejarah perjuangan:

1. Era Perlawanan Kerajaan & Nusantara Pra-Kemerdekaan (Sebelum Abad ke-20)
  • Sultan Hasanuddin (Sulawesi Selatan): Raja Gowa ke-16 yang dijuluki "Ayam Jantan dari Timur" atas kegigihannya melawan monopoli perdagangan VOC.
  • Pangeran Diponegoro (D.I. Yogyakarta): Pemimpin Perang Jawa (1825–1830), pertempuran terbesar yang hampir meruntuhkan kekuasaan Belanda di Pulau Jawa.
  • Tuanku Imam Bonjol (Sumatra Barat): Tokoh ulama dan pemimpin Perang Padri yang menyatukan kaum adat dan agama melawan kolonial.
  • Pattimura / Thomas Matulessy (Maluku): Pemimpin perlawanan rakyat Maluku yang berhasil merebut Benteng Duurstede dari Belanda pada tahun 1817.
  • Cut Nyak Dhien & Teuku Umar (Aceh): Pasangan pejuang perang Aceh yang melancarkan taktik gerilya panjang melawan pasukan KNIL.

2. Era Pergerakan Nasional (1908–1942)
  • Raden Ajeng Kartini (Jawa Tengah): Pelopor emansipasi perempuan yang memperjuangkan hak-hak pendidikan dan kesetaraan bagi wanita Nusantara.
  • Dr. Sutomo (Jawa Timur): Pendiri Budi Utomo (1908), organisasi pergerakan modern pertama yang menandai dimulainya Kebangkitan Nasional.
  • Ki Hajar Dewantara (D.I. Yogyakarta): Pendiri Perguruan Taman Siswa dan Bapak Pendidikan Nasional yang menanamkan rasa kebangsaan lewat jalur edukasi.
  • H.O.S. Tjokroaminoto (Jawa Timur): Pemimpin Sarekat Islam yang melahirkan banyak tokoh pemikir pergerakan nasional.
  • H. Agus Salim (Sumatra Barat): Tokoh pergerakan nasional dan diplomat ulung yang menguasai berbagai bahasa asing.

3. Era Proklamasi & Pendudukan Jepang (1942–1945)
  • Ir. Soekarno & Mohammad Hatta (DKI Jakarta / Sumatra Barat): Dwi-Tunggal Proklamator Kemerdekaan RI serta Presiden dan Wakil Presiden pertama Indonesia.
  • Mr. Achmad Soebardjo (Jawa Barat): Tokoh senior pergerakan dan Menteri Luar Negeri pertama yang berperan penting dalam peristiwa Rengasdengklok.
  • Fatmawati (Bengkulu): Tokoh wanita yang menjahit Sang Saka Merah Putih yang dikibarkan saat Proklamasi Kemerdekaan.
  • K.H. Wahid Hasyim (Jawa Timur): Tokoh Nahdlatul Ulama yang aktif merumuskan dasar negara dalam BPUPKI dan PPKI.

4. Era Pascakemerdekaan & Pengisian Kemerdekaan
  • Ir. Djuanda Kartawidjaja (Jawa Barat): Pencetus Deklarasi Djuanda (1957) yang menyatukan seluruh wilayah laut Nusantara menjadi satu kesatuan NKRI.
  • Prof. Dr. G.A. Siwabessy (Maluku): Bapak Kedokteran Nuklir Indonesia dan pionir pengembangan energi atom untuk kesehatan.
  • K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur): Tokoh pluralisme dan kebebasan sipil yang memperjuangkan hak-hak minoritas dan kesetaraan warga negara.


KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Antara/Fanny Octavianus.

5. Era Kontemporer (Pemerintahan Presiden Prabowo)
  • K.H. Abdurrahman Wahid / Gus Dur (Jawa Timur): Presiden ke-4 RI, tokoh pluralisme, pembela hak minoritas, dan pelopor demokrasi modern.
  • Jenderal Besar TNI H.M. Soeharto (Jawa Tengah): Presiden ke-2 RI yang memimpin pembangunan nasional jangka panjang dan stabilitas negara.
  • Marsinah (Jawa Timur): Tokoh buruh dan simbol perjuangan hak-hak pekerja serta hak asasi manusia di era industri modern.
  • Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja (Jawa Barat): Tokoh hukum internasional dan diplomat ulung pencetus Wawasan Nusantara.
  • Hj. Rahma El Yunusiyyah (Sumatera Barat): Tokoh perempuan pelopor pendidikan Islam modern dan pendiri Perguruan Diniyyah Putri.
  • Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo (Jawa Tengah): Tokoh militer yang berperan penting dalam pengamanan keutuhan ideologi negara.
  • Sultan Muhammad Salahuddin (Nusa Tenggara Barat): Raja Kesultanan Bima yang memajukan pendidikan dan kesejahteraan rakyat di wilayah Nusantara bagian timur.
  • Syaikhona Muhammad Kholil (Jawa Timur): Ulama besar asal Madura sekaligus guru dari para pendiri ormas besar di Indonesia.
  • Tuan Rondahaim Saragih (Sumatera Utara): Pemimpin perlawanan gigih menentang perluasan perkebunan kolonial Belanda di Simalungun.
  • Zainal Abidin Syah (Maluku Utara): Gubernur pertama Irian Barat yang memperjuangkan integrasi wilayah Papua ke dalam pangkuan NKRI.

(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)

(Fachri Audhia Hafiez)