Ilustrasi Wall Street. Foto: Xinhua
Kontrak Berjangka Saham AS Menguat Tipis usai Oktober yang Berat
Eko Nordiansyah • 2 November 2026 08:20
New York: Kontrak berjangka indeks saham AS naik pada Minggu malam, 1 November 2026, menandakan potensi pemulihan di Wall Street setelah keraguan mengenai pengeluaran untuk kecerdasan buatan (AI) memicu penurunan tajam pada valuasi sektor teknologi sepanjang Oktober.
Fokus kini tertuju pada laporan laba penting lainnya yang akan dirilis minggu ini; Apple dijadwalkan melaporkan kinerjanya pada Senin, sementara pemilihan umum paruh waktu (midterm elections) dijadwalkan berlangsung pada Selasa.
Dikutip dari Investing, Senin, 2 November 2026, kontrak berjangka S&P 500 naik 0,2 persen ke level 7.630,75 poin, kontrak berjangka Nasdaq 100 naik 0,36 persen ke level 28.644,0 poin, dan kontrak berjangka Dow Jones naik 0,17 persen ke level 52.016,0 poin.
Kontrak berjangka menguat setelah sesi perdagangan Jumat yang sangat negatif di Wall Street, yang menutup bulan penuh tekanan di pasar AS akibat penurunan tajam pada saham-saham teknologi.
Indeks Nasdaq Composite merosot lebih dari lima persen sepanjang Oktober, sementara S&P 500 turun 0,9 persen. Pergeseran dana dari sektor teknologi ke sektor yang lebih defensif membuat Dow Jones Industrial Average justru mencatatkan kenaikan 1,7 persen di Oktober.
Perusahaan pembuat cip dan entitas yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI) mencatatkan kinerja terburuk, seiring dengan serangkaian laporan laba perusahaan teknologi berkapitalisasi pasar raksasa (megacap) yang biasa-biasa saja. Hal ini memicu keraguan mengenai apakah investasi bernilai ratusan miliar dolar dalam teknologi tersebut akan memberikan imbal hasil yang memadai.
(2).jpg)
(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Perhatian tertuju pada laporan laba dan pemilihan umum
Beberapa perusahaan teknologi besar lainnya dijadwalkan untuk merilis laporan keuangan minggu ini, termasuk produsen iPhone, Apple Inc, dan perusahaan data, Palantir Technologies Inc, yang akan melaporkan kinerjanya pada Senin.Perusahaan investasi Berkshire Hathaway Inc juga dijadwalkan melaporkan kinerjanya pada hari Senin, sementara produsen cip Advanced Micro Devices Inc akan melaporkannya pada Selasa.
Pemilihan umum paruh waktu (midterm elections) di Amerika Serikat juga akan berlangsung minggu ini, yang secara luas diperkirakan akan menentukan arah kebijakan legislatif selama sisa masa jabatan kedua Presiden Donald Trump.
Trump dan Partai Republik menghadapi situasi yang menantang menjelang pemilihan umum ini, di tengah meningkatnya ketidakpuasan pemilih akibat tingginya harga bensin dan perang yang berkepanjangan dengan Iran.
Jajak pendapat terbaru dari Reuters/IPSOS menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap Trump berada di titik terendah, yakni 31 persen. Sebanyak 435 kursi di DPR (House of Representatives) dan 35 kursi di Senat akan diperebutkan dalam pemilihan ini.
Jika Partai Demokrat berhasil meraih mayoritas di kedua kamar Kongres, hal tersebut akan menjadi hambatan besar bagi Trump dan Partai Republik dalam mengesahkan kebijakan-kebijakan lebih lanjut. Kongres yang terpecah juga dapat mendorong Gedung Putih untuk lebih mengandalkan langkah-langkah eksekutif dalam kebijakan, yang bisa membuat ketidakpastian tetap tinggi selama sisa masa jabatan Trump.