Harga Emas Berpeluang Melanjutkan Kenaikan, Simak Prediksinya untuk Hari Ini

Ilustrasi, emas batangan. Foto: sempsajp.com

Harga Emas Berpeluang Melanjutkan Kenaikan, Simak Prediksinya untuk Hari Ini

Husen Miftahudin • 29 June 2026 11:10

Jakarta: Harga emas diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin, 29 Juni 2026. Analisis terbaru dari Dupoin Futures menunjukkan tekanan jual yang mendominasi dalam beberapa waktu terakhir mulai mereda.

Kombinasi faktor teknikal dan fundamental dinilai masih membuka ruang kenaikan harga emas dalam jangka pendek, dengan target resistance di level USD4.095 per troy ons hingga USD4.144 per troy ons.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menjelaskan pada timeframe H4, harga emas berhasil membentuk area support yang cukup kuat. Kondisi ini mencerminkan tekanan jual mulai berkurang, sementara minat beli kembali tumbuh secara bertahap. Terbentuknya support tersebut menjadi sinyal pasar mulai menemukan titik keseimbangan setelah fase pelemahan.

"Struktur harga saat ini mulai mengarah ke tren yang lebih positif. Selama area support tetap terjaga, peluang kenaikan masih cukup terbuka," ujar Geraldo dalam analisisnya, Senin, 29 Juni 2026.

Selain area support, harga emas juga membentuk pola valid swing low. Dalam analisis teknikal, pola ini sering dipandang sebagai sinyal awal keberlanjutan tren naik. Pola tersebut menunjukkan pembeli mulai mengambil alih kendali pasar dan mampu menjaga harga agar tidak kembali turun ke level sebelumnya.

Menurut Geraldo, target kenaikan terdekat berada di level USD4.095 per troy ons. Jika mampu menembus area tersebut dengan dukungan volume beli yang kuat, harga berpotensi melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya di kisaran USD4.144 per troy ons.

Dari sisi indikator teknikal, Stochastic memang sudah berada di area overbought atau jenuh beli. Namun, hingga saat ini belum terlihat sinyal pelemahan ataupun pembalikan arah yang signifikan.

"Kondisi itu menandakan momentum bullish masih cukup solid dalam jangka pendek," tutur Geraldo.

Meski demikian, investor tetap disarankan mencermati pergerakan harga ketika mendekati area resistance. Tekanan jual yang meningkat di level tersebut dapat memicu koreksi sementara.
 

Baca juga: Harga Emas Naik Tipis Meski Masih dalam Tren Penurunan Mingguan


(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 

Sentimen global topang harga emas


Selain faktor teknikal, prospek penguatan emas juga ditopang sentimen fundamental. Salah satu faktor utama adalah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.

Perlambatan ekonomi, ketegangan geopolitik, dan tingginya volatilitas pasar keuangan menjadi faktor yang mendorong investor mencari aset aman atau safe haven.

"Dalam situasi seperti itu, emas masih menjadi salah satu instrumen utama untuk menjaga nilai investasi," ungkap Geraldo.

Faktor lain yang dapat menopang harga emas adalah potensi pelemahan dolar Amerika Serikat (AS). Saat dolar melemah, emas menjadi lebih menarik bagi investor global karena relatif lebih murah dalam denominasi mata uang lain.

Selain itu, pasar juga mulai mencermati peluang perubahan arah kebijakan moneter Federal Reserve. Jika ekspektasi pelonggaran suku bunga kembali meningkat, tekanan terhadap dolar dapat berkurang dan memberi ruang lebih besar bagi harga emas untuk naik.

Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury Yield) juga menjadi faktor pendukung karena menurunkan opportunity cost kepemilikan emas.

Pelaku pasar kini menunggu sejumlah data ekonomi AS yang akan dirilis dalam waktu dekat, termasuk inflasi, pasar tenaga kerja, dan aktivitas bisnis. Data-data tersebut dinilai akan menjadi penentu arah kebijakan The Fed, sekaligus memengaruhi pergerakan dolar AS dan harga emas ke depan.

"Secara keseluruhan, prospek emas masih cenderung positif. Dukungan teknikal yang solid serta sentimen fundamental global menjadi kombinasi yang dapat menjaga momentum penguatan dalam jangka pendek," tutup Geraldo.

(Husen Miftahudin)