Sahroni Desak Terduga Pelaku Pelecehan Seksual yang Seorang Juri Lomba Tahfiz Segera Ditangkap

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. Foto: Dok. Fraksi NasDem.

Sahroni Desak Terduga Pelaku Pelecehan Seksual yang Seorang Juri Lomba Tahfiz Segera Ditangkap

Anggi Tondi Martaon • 3 April 2026 17:22

Jakarta: Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Bareskrim Polri menangkap pelaku pelcehan seksual yang diduga dilakukan juri hafiz Quran di televisi, Syekh AM. Polisi diyakini memiliki bukti kuat melakukan penindakan tersebut.

"Ini kan Bareskrim sudah melakukan penyidikan, dan laporan juga sudah masuk sejak 2025, jadi saya minta kalau memang bukti-buktinya kuat agar segera naikkan status terlapor sebagai tersangka, lalu tangkap yang bersangkutan," kata Sahroni melalui keterangan tertulis, Jumat, 3 April 2026.

Bendahara Umum (Bendum) DPP Partai NasDem itu menyebut isu ini tidak main-main karena menyangkut agama. Tak hanya itu, korbannya juga diduga lebih dari satu orang. 

"Lagian polisi sudah panggil terlapor, tapi dia enggak kooperatif. Jadi ya sudah tegas saja, kalau perlu terbitkan red notice sekalian jika dia mangkir ke luar negeri," ungkap Sahroni.

Sahroni menyebut penyelesaian kasus harus segera dilakukan. Sebab, kasus ini sudah terjadi dalam rentang waktu yang cukup lama.

"Yakni dari tahun 2017 hingga 2025. Kasihan para korban menunggu keadilan,” sebut Sahroni.

Sahroni tak ingin penegakan hukum yang berlarut menimbulkan persepsi negatif di publik. Dia meyakini aparat mampu menyelesaikan kasus tersebut.

Ilustrasi pelecehan seksual. Foto: Medcom.id.

"Pokoknya sikap penegak hukum harus tegas dan clear dalam kasus ini, objektif saja. Saya yakin kok polisi mampu,” ujar Sahroni.

Sebelumnya, Bareskrim Polri mengungkap jumlah korban dalam kasus dugaan pelecehan seksual  terhadap santri yang melibatkan seorang juri hafiz Quran di televisi, Syekh AM, usai RDP tertutup dengan Komisi III DPR pada Kamis, 2 April 2026. Dirtipid PPA PPO Bareskrim Polri, Brigjen Nurul Azizah, menyebut lima santri telah dilaporkan menjadi korban. 

Peristiwa tersebut diduga terjadi di sejumlah lokasi berbeda, baik di dalam maupun luar negeri dengan rentang tahun 2017-2025. Syekh AM belum dapat diperiksa lantaran diketahui tengah berada di Mesir.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)