Houthi Klaim Serangan Rudal Balistik Targetkan Lokasi Sensitif di Israel Selatan

Rudal dari Yaman yang siap Hancurkan target di Israel. Foto: Anadolu

Houthi Klaim Serangan Rudal Balistik Targetkan Lokasi Sensitif di Israel Selatan

Fajar Nugraha • 1 April 2026 22:58

Sanaa: Kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah menargetkan sejumlah lokasi sensitif di Israel selatan menggunakan rudal balistik dalam operasi gabungan dengan Iran dan kelompok Hizbullah pada Rabu, 1 April 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui siaran televisi oleh juru bicara militer kelompok itu, Yahya Saree.

“Pasukan kami telah melaksanakan operasi militer ketiga yang menargetkan lokasi-lokasi sensitif milik musuh Israel di Palestina selatan yang diduduki menggunakan sejumlah rudal balistik,” ujar Saree, dikutip dari Anadolu, Rabu, 1 April 2026.

Ia menambahkan bahwa serangan tersebut dilakukan “dalam koordinasi dengan saudara-saudara kami di Iran dan Hizbullah di Lebanon,” serta diklaim “berhasil mencapai tujuannya,” tanpa merinci lebih lanjut.

Eskalasi ini terjadi setelah Houthi sebelumnya memperingatkan kemungkinan “intervensi militer langsung” jika aliansi baru bergabung dengan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, atau jika Laut Merah digunakan untuk operasi yang menargetkan Teheran.

Sebelumnya, kelompok tersebut juga telah melancarkan serangan rudal dan drone terhadap Israel serta jalur pelayaran di Laut Merah sebagai respons atas ofensif Israel di Gaza, yang sejak Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 72.000 orang.

Di tengah situasi tersebut, Amerika Serikat dan Israel terus melakukan serangan udara terhadap Iran sejak 28 Februari, yang menurut otoritas Iran telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan drone dan rudal ke Israel, serta ke Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat, menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan terhadap pasar global dan sektor penerbangan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)