Harga Plastik Melejit, Pramono Ajak Warga Gunakan Daun Pisang

Ilustrasi - Berbagai produk UMKM makanan yang dikemas menggunakan plastik. Foto: ANTARA/Sumarwoto.

Harga Plastik Melejit, Pramono Ajak Warga Gunakan Daun Pisang

Rahmatul Fajri • 12 April 2026 15:33

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons lonjakan harga plastik kemasan yang terjadi belakangan ini di Ibu Kota. Pramono menekankan pentingnya pengurangan penggunaan plastik secara bertahap dan mendorong masyarakat serta pelaku usaha untuk mencari bahan alternatif guna menekan beban ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

"Tentunya kami harus melakukan inovasi karena sekarang ini kebutuhan plastik ini kan pelan-pelan harus dikurangi, harus ada substitusinya," ujar Pramono Anung saat meninjau kawasan Pulo Gebang, Jakarta Timur, dikutip dari Media Indonesia, Minggu, 12 April 2026.
 


Pramono menilai pemanfaatan bahan tradisional yang lebih ramah lingkungan bisa menjadi solusi praktis di tengah ketidakpastian harga plastik. Ia mencontohkan penggunaan daun pisang sebagai kemasan makanan yang selain lebih sehat juga lebih ekonomis bagi pedagang kecil.

"Kalau kondisinya tetap seperti ini, pasti akan menjadi beban. Maka untuk itu ya kita kadang-kadang harus kembali ke cara tradisional, pakai bungkus daun pisang dan sebagainya," ungkap Pramono.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, harga plastik kemasan mengalami lonjakan signifikan berkisar antara 30 hingga 40 persen. Kenaikan ini dirasakan sangat membebani sektor usaha makanan dan minuman yang selama ini bergantung pada plastik sebagai komponen operasional utama.


 Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Dok. Antara.

Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, mengungkapkan bahwa ketidakstabilan harga ini merupakan efek domino dari dinamika geopolitik global. Khususnya konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang pecah pada Maret 2026.

"Berdasarkan pemantauan dan temuan kami di lapangan, kenaikan harga plastik ini terjadi sejak akhir Maret 2026 bersamaan dengan pecahnya konflik geopolitik di Iran, dan berlanjut hingga awal April 2026 ini," jelas Ratu dalam keterangan tertulisnya.

Kenaikan harga terjadi merata di hampir seluruh jenis plastik. Kantong kresek kini menyentuh harga Rp17.000 per pak atau naik 40 persen. 

Sementara plastik jenis PET dan PE masing-masing naik menjadi Rp22.000 dan Rp21.000 per pak. Wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara tercatat mengalami kenaikan tertinggi dibanding wilayah lainnya.

"Kenaikan ini terjadi cukup cepat dan dalam beberapa kasus bersifat fluktuatif mengikuti distribusi barang," ucap Ratu.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)