Pramono: Tidak Ada Kompromi untuk Aksi Premanisme

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan sambutan di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Minggu (12/4/2026). ANTARA/Lia Wanadriani Santosa

Pramono: Tidak Ada Kompromi untuk Aksi Premanisme

Achmad Zulfikar Fazli • 12 April 2026 15:23

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bakal menindak tegas aksi premanisme di Ibu Kota, terutama setelah kejadian yang menimpa seorang sopir bajaj di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, belum lama ini.

"Tidak ada kompromi lagi. (Untuk) premanisme di Jakarta, saya sebagai Gubernur saya tidak ragu-ragu untuk itu (menindak tegas)," kata Pramono saat memberikan keterangan di Bambu Apus, Jakarta Timur, dilansir dari Antara, Minggu, 12 April 2026.

Terkait aksi premanisme di Tanah Abang, Pramono telah meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan dinas terkait untuk mengambil tindakan tegas.

"Saya sudah melihat videonya dan saya sudah meminta kepada Satpol PP, Kepala Dinas untuk mengambil tindakan tegas terhadap itu," ujar dia.

Sebelumnya, Pramono menekankan upaya menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi membutuhkan peran serta masyarakat dalam melaporkan setiap kejadian yang meresahkan. Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan Jakarta tidak hanya unggul dalam peringkat, tetapi juga benar-benar menjadi kota yang aman bagi seluruh warganya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan di titik-titik rawan, serta meningkatkan respons aparat terhadap laporan warga guna memastikan keamanan yang merata hingga ke level pedagang kecil dan sektor informal.
 

Baca Juga: 

Polda Metro Tegaskan Tak Beri Ruang pada Aksi Premanisme

Pada Jumat, 10 April 2026, beredar video di media sosial memperlihatkan seorang pengemudi bajaj di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat dimintai uang setoran oleh seorang oknum pria.

Selain itu, ada pedagang bakso di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, yang mengalami aksi serupa. Dia dimintai uang iuran sebesar Rp100 ribu.

Namun, pedagang menolak permintaan tersebut, sehingga pria yang meminta setoran merusak mangkok milik pedagang.

Polda Metro Jaya juga menegaskan tidak akan memberi ruang terhadap para pelaku premanisme, termasuk pemalakan terhadap pedagang. Dalam pemberantasan terhadap para pelaku premanisme, tim kepolisian akan melakukan penindakan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)