RI Pastikan Keselamatan Aset dan Kru Kapal Indonesia yang Tertahan di Selat Hormuz

Juru Bicara II Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela dalam konferensi pers di Kemlu RI, Jakarta, Rabu, 8 April 2026. (Metrotvnews.com / Dimas Chairullah

RI Pastikan Keselamatan Aset dan Kru Kapal Indonesia yang Tertahan di Selat Hormuz

Dimas Chairullah • 8 April 2026 13:37

Jakarta: Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan terus memantau kondisi kapal tanker Indonesia, termasuk armada milik Pertamina, yang masih tertahan di perairan Selat Hormuz.

Juru Bicara II Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, menyatakan pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi dan melakukan diplomasi intensif untuk menjamin keselamatan kapal berbendera Indonesia di jalur tersebut.

"Kemlu terus berkoordinasi dengan Pertamina dan Kedutaan Iran di Jakarta untuk memastikan keselamatan aset dan kru," ujar Nabyl dalam konferensi pers di Kemlu RI, Jakarta, Rabu, 8 April 2026.

Ia menegaskan keselamatan Anak Buah Kapal (ABK) yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), serta perlindungan aset, menjadi prioritas utama pemerintah.

Menurutnya, sejumlah isu teknis, termasuk terkait izin perlintasan dan jaminan keamanan, masih terus ditindaklanjuti oleh pihak terkait.

Selain itu, Kemlu juga mencermati wacana pengenaan biaya transit bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz oleh otoritas Iran.

"Kebijakan ini menjadi perhatian serius karena berpotensi berdampak pada logistik global," kata Nabil.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis perdagangan energi dunia yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab, serta dilalui sekitar seperlima pasokan minyak mentah global.

Baca juga:  12 Negara Berhasil Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Nasib Indonesia?

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)