Kapal tanker yang berada di Selat Hormuz. Foto: Press TV
12 Negara Berhasil Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Nasib Indonesia?
Muhamad Marup • 6 April 2026 18:09
Jakarta: Konflik Timur Tengah antara Iran dengan Amerika Serikat (AS)-Israel yang mempengaruhi penutupan Selat Hormuz memasuki bulan kedua. Sekitar 20 persen minyak mentah dunia melewati selat tersebut.
Konflik berkepanjangan berdampak pada gangguan jalur bahan bakar, sehingga banyak negara harus mengambil tindakan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM). Terbaru, Iran mulai mengizinkan kapal untuk melintasi Selat Hormuz secara terbatas.
Baca Juga :
Berdasarkan laporan perusahaan intelijen maritim, Windward, sejumlah kapal berhasil melintas pada 15-16 Maret 2026. Meski sudah memberi izin, Iran tetap menegaskan untuk membatasi kapal yang berhubungan dengan AS dan Israel.
Daftar Negara yang Iran Izinkan Melewati Selat Hormuz
Dilansir dari Kantor Berita Rusia Sputnik, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi telah mengizinkan kapal-kapal dari China, Rusia, India, Pakistan, dan Irak untuk melewati Selat Hormuz. Pakistan termasuk ke dalam daftar negara yang diizinkan lewat setelah terlacak kapal tanker dengan bendera Pakistan keluar dari Selat Hormuz.
Setelah itu ada Turki dan Spanyol yang mendapatkan izin setelah melakukan negosiasi khusus. Negara lainnya yang diizinkan setelah melakukan koordinasi adalah Thailand, Sri Lanka, Malaysia, Korea Selatan, dan Bangladesh.
Apakah Indonesia Sudah Mendapatkan Izin?
Mengutip Antara, sampai hari ini, Indonesia belum bisa meloloskan kapal tanker Pertamina Pride dan Gamsunoro milik PT Pertamina. PT Pertamina International Shipping (PIS) bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sedang berdiskusi mengenai teknis untuk kapal ini yang masih tertahan di Selat Hormuz.
“Sejak isu ini muncul, PIS telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak Kemenlu dan secara aktif menjalin komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait. Hingga saat ini, upaya diplomasi tersebut terus berjalan,” ucap Vega Pita selaku Manager of Corporate PIS.
Terdapat respons positif dari Iran mengenai permintaan pemerintah Indonesia untuk meloloskan kedua kapal pertamina dengan aman. Kementerian Luar Negeri bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran telah melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait di Iran mengenai keselamatan kedua kapal tersebut.
"Ini masih dibicarakan, masih dinegosiasi. Ada sinyal positif, kita lihat nanti eksekusinya seperti apa," ujar Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono.

Selat Hormuz. Foto Teheran Times
Setelah mendapatkan respons ini, pihak-pihak terkait langsung sigap menindaklanjuti persoalan ini termasuk langkah-langkah prosedur yang harus dijalankan sehingga masih belum ada waktu yang pasti mengenai lolosnya kedua kapal tersebut untuk keluar dari Selat Hormuz.
Selain memastikan kondisi kapal untuk dapat melintasi Selat Hormuz, pemerintah juga terus berkoordinasi terkait kondisi keselamatan awak kedua kapal tanker tersebut.
(Eunike Michelle Gultom)