Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara, Pariadi AR foto bersama peserta pengukuran kebugaran jasmani bagi JCH daerah setempat di Muara Teweh, Minggu, 12 April 2026. ANTARA/HO-Dokumen Pribadi
Persiapan ke Tanah Suci, 113 Calon Haji Barito Utara Tes Kebugaran
Silvana Febiari • 12 April 2026 19:38
Barito Utara: Sebanyak 113 calon haji (calhaj) 2026 Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah (Kalteng) mengikuti kegiatan pengukuran kebugaran jasmani. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan fisik jemaah dalam menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
“Tes kebugaran ini menjadi salah satu indikator penting untuk memastikan bahwa calon haji tidak hanya mampu secara finansial dan spiritual, tetapi juga memiliki kesiapan fisik yang baik, khususnya dari aspek kardiovaskular atau jantung dan paru,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Barito Utara Inayastika, dilansir dari Antara, Minggu, 12 April 2026.
Menurut dia, metode yang digunakan dalam kegiatan ini disesuaikan dengan kondisi masing-masing peserta. Untuk jemaah di bawah usia 60 tahun menggunakan metode Rockport dengan berjalan cepat atau jogging sejauh 1,6 kilometer, sementara untuk jemaah lanjut usia atau memiliki faktor risiko kesehatan menggunakan metode jalan selama 6 menit.
“Melalui tes ini, kita dapat mengetahui tingkat kebugaran jemaah, apakah berada pada kategori kurang, cukup, baik, atau sangat baik. Hasilnya akan menjadi dasar dalam memberikan rekomendasi latihan fisik lanjutan sebelum keberangkatan,” tambahnya.
Selain pelaksanaan tes, kegiatan ini juga diawali dengan pemeriksaan kesehatan awal, seperti pengukuran tekanan darah, berat badan, dan lingkar perut. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan peserta saat mengikuti tes kebugaran.
Inayastika berharap melalui kegiatan ini jemaah calon haji Barito Utara dapat mempersiapkan diri secara optimal. Dengan demikian, mereka mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar.
“Kami berharap jemaah calon haji dapat menjaga dan meningkatkan kebugaran fisiknya, sehingga dapat melaksanakan ibadah haji dengan nyaman, mandiri, dan memperoleh haji yang mabrur,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara Pariadi AR mengatakan ibadah haji tidak hanya membutuhkan kesiapan spiritual, tetapi juga kesiapan fisik yang optimal. Hal ini penting mengingat rangkaian ibadah haji, seperti tawaf, sa’i, dan wukuf memerlukan stamina yang prima.
“Ibadah haji bukan hanya ibadah hati, tetapi juga ibadah fisik. Oleh karena itu, kemampuan kesehatan atau istithaah menjadi syarat utama agar jamaah dapat melaksanakan ibadah dengan aman, lancar dan mandiri,” ujar Pariadi di hadapan peserta kegiatan.
Ia menjelaskan bahwa pengukuran kebugaran ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik jemaah calon haji sejak dini. Hasilnya juga digunakan untuk memberikan rekomendasi latihan yang sesuai sebagai persiapan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
(1).jpg)
Ilustrasi ibadah haji. Dok. Istimewa
Menurutnya, kondisi kesehatan jemaah bersifat dinamis, sehingga perlu dijaga dan ditingkatkan secara berkelanjutan, terutama setelah ditetapkan memenuhi syarat istithaah kesehatan hingga menjelang keberangkatan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para calon jemaah dapat memahami kondisi tubuhnya dan mulai menerapkan pola hidup sehat, seperti menjaga pola makan bergizi dan rutin berolahraga minimal tiga kali dalam seminggu,” tambahnya.
Pariadi mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti rangkaian tes kebugaran dengan jujur sesuai kemampuan masing-masing. Ia meminta para peserta tidak memaksakan diri jika kondisi tidak memungkinkan.
“Jangan memaksakan diri. Jadikan hasil tes ini sebagai acuan untuk meningkatkan kebugaran secara bertahap di rumah,” ujarnya.
Kegiatan ini diikuti oleh ratusan calon haji Kabupaten Barito Utara. Pelaksanaannya dilakukan oleh tim kesehatan dari Dinas Kesehatan setempat sebagai bagian dari upaya pembinaan kesehatan haji.
Pariadi berharap seluruh calon haji diberikan kesehatan, kemudahan, dan kelancaran dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah. Ia juga berharap mereka kembali ke Tanah Air dengan predikat haji yang mabrur.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Pengukuran Kebugaran Jemaah Calon Haji Kabupaten Barito Utara Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” ucap Pariadi.