Sekretaris Jenderal Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS), Aditya Yusma (tengah). Foto: Dok. Istimewa.
Inisiator Film Pendek Jaga Desa Dorong Transparansi Pengelolaan Dana
Siti Yona Hukmana • 22 April 2026 21:08
Jakarta: Sekretaris Jenderal Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS), Aditya Yusma, mendorong transparansi dalam pengelolaan dana desa. Dorongan ini disampaikan lewat film pendek Jaga Desa Award yang ia inisiasi untuk program lomba.
Selain mendorong transparansi, film pendek itu dihadirkan sebagai pengawasan, sekaligus promosi potensi desa di seluruh Indonesia. Aditya menegaskan film pendek dipilih sebagai media yang dekat dengan masyarakat dan efektif untuk menyampaikan pesan pembangunan desa.
“Lomba film pendek Jaga Desa Award ini adalah bentuk apresiasi Kejaksaan Republik Indonesia bersama ABPEDNAS, bagaimana desa-desa ini selain dipromosikan secara wisata maupun budayanya, tapi juga mampu memahami program Jaga Desa agar ke depan tidak ada lagi atau berkurang para kepala desa yang terjerat pidana,” kata Aditya dalam keterangannya, Rabu, 22 April 2026.
“Melalui film pendek, masyarakat desa bisa menyampaikan realita di lapangan sekaligus ikut mengawasi. Ini bagian dari upaya kita membangun desa yang transparan dan berintegritas,” ungkap Aditya.
Antusiasme terhadap program ini pun sangat tinggi. Tercatat lebih dari 3.300 desa dari seluruh Indonesia turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
"Ini menunjukkan semangat desa untuk berkembang, sekaligus berpartisipasi aktif dalam program Jaga Desa," ungkap Aditya.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Sebanyak delapan nominasi terbaik akan dipilih pada malam penganugerahan. Satu juara umum dan satu juara favorit. Pemenang utama nantinya akan dibawa ke tingkat nasional sebagai representasi desa inspiratif. Para pemenang diharapkan dapat menjadi representasi desa inspiratif di tingkat nasional.
Dalam gelaran ABPEDNAS Jaga Desa Award 2026 yang diselenggarakan bersama Kejaksaan RI pada 19 April 2026, Desa Karangmangu, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah berhasil meraih Juara Umum kategori film pendek. Sejumlah penghargaan lain juga diberikan, di antaranya Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur sebagai kabupaten terfavorit.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai Provinsi Terfavorit; Kelurahan Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat sebagai Juara Favorit Film Pendek melalui karya “Awas Gak Sama”; Desa Selebung Madani, Lombok Tengah untuk kategori Dampak Sosial Terbaik; dan Desa Jepangpakis, Kudus, Jawa Tengah sebagai Juara 1 Nasional Entri Data Jaga Desa.
Aditya berharap, program ini mampu memberikan dampak nyata bagi tata kelola desa ke depan. "Harapannya, tidak hanya melahirkan karya inspiratif, tetapi juga mampu menekan potensi penyimpangan, sehingga desa-desa kita semakin maju, transparan, dan mandiri,” ujar Aditya.