Hardiknas 2026, Kemdiktisaintek Berkomitmen Wujudkan Transformasi Pendidikan Berkualitas

Mendiktisaintek Brian Yuliarto. Foto: Diktisaintek

Hardiknas 2026, Kemdiktisaintek Berkomitmen Wujudkan Transformasi Pendidikan Berkualitas

Putri Purnama Sari • 2 May 2026 13:19

Jakarta: Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong seluruh elemen bangsa untuk mewujudkan transformasi pendidikan berkualitas yang dibangun sebagai ekosistem utuh dan berkelanjutan. Upaya ini dilakukan melalui penguatan pembelajaran, perluasan akses pendidikan, serta pengembangan riset dan inovasi yang berdampak nyata.

Hal tersebut disampaikan oleh Brian Yuliarto saat menjadi pembina upacara dalam momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) dan Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) di halaman kantor Kemdikdasmen, Sabtu, 2 Mei 2026.

Dalam amanatnya, Mendiktisaintek menegaskan bahwa pendidikan harus dipahami sebagai ekosistem berkelanjutan yang mencakup seluruh jenjang, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, serta terhubung erat dengan riset dan inovasi.

“Pendidikan nasional harus kita bangun sebagai satu ekosistem yang utuh dan berkelanjutan, dari rumah, sekolah, hingga perguruan tinggi, dari pembelajaran menuju riset, dari pengetahuan menuju inovasi,” tegas Menteri Brian.

Penguatan Pembelajaran dan Transformasi Digital

Lebih lanjut, Mendiktisaintek menyoroti bahwa transformasi pendidikan dimulai dari penguatan fondasi pembelajaran melalui pendekatan deep learning. Pendekatan ini mendorong peserta didik tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi juga mampu memahami, menalar, serta menerapkannya dalam kehidupan nyata.

Upaya tersebut diperkuat melalui revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, serta pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) sebagai bagian dari program prioritas nasional.

Selain itu, penguatan pembelajaran juga mencakup pembentukan karakter melalui budaya Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) serta program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Pramuka.

Peningkatan kualitas pendidikan juga didorong melalui Gerakan Literasi dan Numerasi, pendekatan STEM, serta Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai instrumen evaluasi berbasis mutu.

Di sisi lain, perluasan akses pendidikan terus dipercepat melalui berbagai skema, seperti Sekolah Satu Atap, Sekolah Terbuka, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), serta penguatan komunitas belajar dan layanan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan tidak ada peserta didik yang tertinggal dalam sistem pendidikan nasional.
 

Penguatan Peran Guru dan Dosen


Mendiktisaintek Brian Yuliarto. Foto: Diktisaintek

Kemdiktisaintek juga terus mendorong peningkatan kualitas guru, dosen, dan tenaga kependidikan melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Fokusnya meliputi penguasaan teknologi seperti coding, kecerdasan artifisial (AI), serta Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Upaya tersebut turut didukung dengan peningkatan kesejahteraan melalui sertifikasi dan insentif.

Pada jenjang pendidikan tinggi, peran dosen dan peneliti diarahkan untuk membangun ekosistem akademik yang responsif terhadap kebutuhan masa depan. Kolaborasi multipihak melalui pendekatan pentahelix menjadi strategi utama.

Program seperti Magang Berdampak, Katalisator Kemitraan Berdikari, serta pengembangan kawasan sains dan teknologi (Science Techno Park) menjadi instrumen penting dalam mendorong inovasi.

Konsorsium perguruan tinggi juga disebut telah berkontribusi dalam mengatasi berbagai tantangan nasional, seperti stunting dan kemiskinan.

“Pada akhirnya, semua itu bermuara pada riset yang berdampak nyata. Riset tidak boleh berhenti pada publikasi, tetapi harus melahirkan inovasi dan solusi. Fokus riset nasional diarahkan pada program prioritas dan strategis di bidang-bidang kunci masa depan, seperti energi, pangan, kesehatan, lingkungan, dan teknologi,” jelas Menteri Brian.

Beasiswa dan Akses Pendidikan Tinggi

Selain peningkatan mutu, pemerintah juga terus memperluas akses pendidikan tinggi melalui berbagai program afirmasi, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi, serta beasiswa pradoktoral dan doktoral.

Program ini bertujuan memastikan setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang setara untuk mengakses pendidikan hingga jenjang tertinggi.

Peringatan Hardiknas 2026 juga menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam membangun pendidikan. Pemerintah, keluarga, satuan pendidikan, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga masyarakat didorong untuk bersama-sama menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif, relevan, dan berkelanjutan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)