Polisi Selidiki Loker Palsu yang Minta Sejumlah Uang di Kebayoran Lama

Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Seala Syah Alam. Foto: Antara.

Polisi Selidiki Loker Palsu yang Minta Sejumlah Uang di Kebayoran Lama

Anggi Tondi Martaon • 16 September 2026 19:06

Jakarta: Kepolisian menyelidiki sebuah perusahaan yang diduga membuka lowongan kerja (loker) palsu lantaran calon pelamar diwajibkan membayar sejumlah uang sebelum diterima bekerja di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Penyelidikan dilakukan berdasarkan dua pengaduan.

"Kan ada dua WA (aduan). Yang pertama, itu PT-nya tidak terdaftar. Nah, saat ini PT yang utamanya, yang Sancara itu, sedang kami dalami, lagi pemeriksaan," kata Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Seala Syah Alam dikutip dari Antara, Rabu, 16 September 2026.

Seala mengatakan polisi telah berkomunikasi dengan Online Single Submission (OSS) dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi. Dia juga memastikan perusahaan yang bergerak di bidang outsourcing itu berbeda dengan perkara yang terjadi di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.


Ilustrasi pemeriksaan. Foto: Medcom.id.

Menurut dia, korban yang sudah mengadukan kejadian itu ada dua orang. Mereka sama-sama dimintai sejumlah uang sebelum keluar kantor.

"Untuk korbannya saat ini, sejauh ini, sudah ada dua, tapi baru satu yang datang untuk diperiksa, mintanya itu Rp1,6 juta. Jika tidak diberikan uang Rp1,6 juta, tidak boleh keluar dari kantor tersebut," ungkap Seala.

Setelah menerima laporan tersebut, polisi langsung bergerak mengecek lokasi. Saat ini, kantor tersebut diketahui sudah tidak beroperasi.

"Jadi, semenjak viral, kami langsung mendatangi kantor tersebut, nah, langsung. Saat ini, kantor tutup. Bisa dicek langsung ke Bungur, kan, dekat," ujar Seala. 

(Anggi Tondi)