Harga Emas Tertekan Dolar AS, Begini Proyeksinya

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Harga Emas Tertekan Dolar AS, Begini Proyeksinya

Husen Miftahudin • 17 September 2026 11:19

Jakarta: Harga emas dunia atau XAU/USD masih menghadapi tekanan pada perdagangan Kamis, 17 September 2026. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, pergerakan emas pada grafik harian (daily) masih menunjukkan kecenderungan bearish dengan potensi menguji area support USD4.235 hingga USD4.186.

Tekanan terhadap emas datang di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan level resistance USD4.318 menjadi area penting untuk mencermati arah pergerakan XAUUSD selanjutnya.

Geraldo mengatakan tekanan penurunan masih berpotensi berlanjut selama harga emas belum mampu menembus resistance USD4.318. Apabila harga berhasil melewati level tersebut, struktur pergerakan XAU/USD berpotensi mengalami perubahan. Sebaliknya, jika harga tetap tertahan di bawah USD4.318, tekanan jual masih berpeluang mendominasi.

Dari sisi teknikal, pelemahan lanjutan berpotensi membawa harga emas menguji support terdekat di USD4.235. Jika level tersebut tidak mampu menahan tekanan jual, XAU/USD berpeluang melanjutkan penurunan menuju support berikutnya di USD4.186.

"Kedua level tersebut menjadi area yang perlu diperhatikan untuk melihat respons pasar terhadap tekanan jual," ungkap Geraldo dalam analisis hariannya.
 

 

Suku bunga hingga perkembangan geopolitik jadi sentimen


Pergerakan harga emas juga dipengaruhi perkembangan kebijakan moneter AS. Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dan masih membuka peluang kenaikan lanjutan pada tahun ini.

Kenaikan suku bunga dapat meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar dan memberikan tekanan terhadap emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga. Kondisi tersebut menjadi salah satu sentimen yang perlu diperhatikan pelaku pasar dalam mencermati pergerakan logam mulia.

Penguatan dolar AS turut memberikan tekanan terhadap XAU/USD. Dolar AS bergerak ke level tertinggi dalam tujuh minggu setelah keputusan The Fed.

Penguatan dolar membuat emas yang dihargai dalam denominasi dolar menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Kondisi tersebut dapat memengaruhi permintaan terhadap logam mulia.

Selain dolar AS, jelas Geraldo, imbal hasil obligasi pemerintah AS atau Treasury yield juga menjadi perhatian. Imbal hasil Treasury 10 tahun berada di sekitar lima persen. Level tersebut meningkatkan opportunity cost memegang emas karena logam mulia tidak memberikan pembayaran bunga.

"Dengan kondisi tersebut, pergerakan imbal hasil Treasury menjadi salah satu indikator yang dapat memengaruhi harga emas dalam jangka pendek," papar dia

Di sisi lain, tidak seluruh faktor fundamental memberikan tekanan terhadap harga emas. Penurunan harga minyak berpotensi meredakan sebagian kekhawatiran pasar terhadap inflasi. Harga energi yang lebih rendah dapat mengurangi tekanan inflasi dan kemudian memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed.

Menurut Geraldo, kondisi tersebut dapat menjadi sentimen penyeimbang bagi harga emas di tengah tekanan dari dolar AS dan imbal hasil obligasi.

Perkembangan geopolitik juga menjadi faktor yang perlu dicermati. Ketegangan di Timur Tengah berpotensi meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven.

Dalam kondisi ketidakpastian geopolitik, sebagian investor dapat meningkatkan eksposur terhadap aset yang dipandang sebagai instrumen perlindungan terhadap risiko pasar. Sentimen tersebut berpotensi menahan tekanan penurunan XAUUSD.


(Grafik pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 

Resistance USD4.318 jadi level kunci


Geraldo mengatakan struktur teknikal pada grafik harian masih perlu diperhatikan selama harga emas belum mampu melewati resistance USD4.318.

"Level tersebut menjadi batas penting untuk melihat arah pergerakan XAU/USD berikutnya," jelas Geraldo.

Dengan demikian, berdasarkan analisis Dupoin Futures, XAU/USD masih berpotensi melemah selama belum menembus resistance USD4.318. Dalam skenario bearish, support USD4.235 menjadi area pertama yang berpotensi diuji. Jika tekanan jual berlanjut, harga berpeluang bergerak menuju USD4.186.

Selain level teknikal, pelaku pasar perlu mencermati pergerakan dolar AS, Treasury yield, harga minyak, serta perkembangan geopolitik yang dapat memengaruhi volatilitas harga emas.

(Husen Miftahudin)