Serangan Israel di Gaza Tewaskan 3 Orang, Termasuk Putra Pejabat Kesehatan

Kerusakan akibat serangan Israel di Jalur Gaza. (Anadolu Agency)

Serangan Israel di Gaza Tewaskan 3 Orang, Termasuk Putra Pejabat Kesehatan

Willy Haryono • 19 September 2026 17:29

Gaza: Tiga warga Palestina, termasuk putra Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza Munir al-Bursh, tewas dalam serangkaian serangan dan tembakan militer Israel di Jalur Gaza pada Sabtu, 19 September 2026.

Basir al-Bursh tewas dalam serangan yang menargetkannya di kawasan al-Zahra, sebelah barat kamp pengungsi Jabalia, Gaza utara, kata sumber medis kepada kantor berita Anadolu.

Seorang warga Palestina lainnya tewas dalam serangan pesawat nirawak Israel di kawasan Shujaiya, sebelah timur Kota Gaza.

Sementara itu, seorang anak perempuan Palestina meninggal akibat luka yang sebelumnya dideritanya dalam tembakan pasukan Israel di utara kamp pengungsi Nuseirat, Gaza tengah.

Serangkaian insiden tersebut terjadi di tengah gencatan senjata yang berlaku di Gaza sejak Oktober 2025.

Saksi mata mengatakan kendaraan militer Israel juga beberapa kali melepaskan tembakan ke arah kawasan timur kamp pengungsi Jabalia. Tidak ada korban luka yang dilaporkan dalam insiden tersebut.

Di Gaza selatan, pasukan Israel dilaporkan melepaskan tembakan di kawasan al-Shakoush, sebelah barat daya Khan Younis. Pesawat nirawak juga dilaporkan menjatuhkan bom di kawasan tersebut.

Helikopter militer Israel kemudian dilaporkan melepaskan tembakan intensif ke arah selatan kawasan al-Mawasi, sebelah barat Khan Younis, serta sejumlah wilayah di sekitar Rafah.

Pelanggaran Gencatan Senjata

Menurut angka terbaru Kementerian Kesehatan Gaza, sebanyak 1.386 warga Palestina telah tewas dan 4.784 lainnya terluka akibat insiden yang disebut sebagai pelanggaran gencatan senjata sejak kesepakatan tersebut mulai berlaku.

Angka serupa juga dilaporkan sumber kesehatan Palestina pada 17 September, ketika jumlah korban tewas akibat pelanggaran gencatan senjata tercatat 1.386 orang dan korban luka 4.784 orang.

Sebelumnya, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mencatat bahwa hingga 11 September, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan 1.358 kematian dan 4.541 korban luka sejak pengumuman gencatan senjata pada 10 Oktober 2025.

Pada Jumat (18/9), Anadolu juga melaporkan dua warga Palestina tewas dalam serangan Israel di Gaza, termasuk seorang warga yang meninggal akibat luka kritis setelah terkena serangan di Jalan al-Rashid, Kota Gaza.

Secara keseluruhan, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza yang dikutip Anadolu, perang yang dimulai pada Oktober 2023 telah menewaskan hampir 74 ribu warga Palestina dan melukai lebih dari 174 ribu lainnya.

Data dari sumber Palestina juga menyebut sekitar 90 persen infrastruktur di Gaza mengalami kerusakan. Angka tersebut merupakan data yang dilaporkan otoritas Palestina dan belum seluruhnya diverifikasi secara independen.

Sementara itu, kondisi kemanusiaan di Gaza masih menghadapi tekanan besar. Kementerian Kesehatan Gaza pada pekan ini mengatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan menghentikan pasokan diesel ke lebih dari 20 rumah sakit dan pusat kesehatan mulai 19 September karena kekurangan pendanaan.

Baca juga: Serangan Drone Israel di Gaza Tewaskan 2 Warga Palestina, 13 Lain Terluka

(Willy Haryono)