Teknik Bertahan Hidup saat Kapal Tenggelam di Laut, Simak Panduan Lengkapnya

Kapal ilustrasi. Dok MI.

Teknik Bertahan Hidup saat Kapal Tenggelam di Laut, Simak Panduan Lengkapnya

16 September 2026 15:05

Jakarta: Terjatuh ke laut atau terombang-ambing di tengah lautan merupakan situasi darurat yang dapat mengancam nyawa. Dalam kondisi tersebut, peluang terbaik untuk selamat adalah segera ditemukan dan dievakuasi. Namun, jika pertolongan tidak langsung datang, ada beberapa langkah penting yang dapat meningkatkan peluang bertahan hidup.

Dilansir dari Maritime Injury Center, panduan keselamatan ini berlaku bagi siapa saja, mulai dari pekerja maritim, penumpang kapal, hingga orang yang menggunakan perahu untuk aktivitas rekreasi atau wisata.

Hal Pertama yang Harus Dilakukan Setelah Terjatuh ke Laut

Beberapa menit pertama setelah terjatuh ke laut menjadi momen yang sangat menentukan peluang bertahan hidup. Karena itu, penting untuk mengetahui langkah-langkah yang perlu dilakukan sesegera mungkin. Berikut langkah-langkah yang disarankan.

1. Tetap tenang dan jangan panik

Panik hanya akan membuat tubuh lebih cepat kelelahan dan menyulitkan untuk mengambil keputusan. Tetap tenang dapat membantu menghemat energi dan menjaga tubuh tetap mengapung.

2. Segera beri sinyal minta tolong

Usahakan menarik perhatian kapal atau orang di sekitar secepat mungkin. Berikut beberapa caranya:
  • Berteriak meminta pertolongan.
  • Menggunakan peluit jika memilikinya.
  • Menyalakan lampu darurat atau senter.
  • Memantulkan cahaya matahari menggunakan benda mengilap seperti kacamata atau cermin saat siang hari.

3. Gunakan posisi HELP untuk menjaga suhu tubuh

Dilansir dari Maritime Injury Center, tubuh akan tetap kehilangan panas meski berada di laut yang hangat. Untuk mengurangi kehilangan panas, gunakan posisi Heat Escape Lessening Posture (HELP).
Caranya adalah sebagai berikut:
  • Silangkan kedua tangan di depan dada.
  • Tekuk lutut hingga mendekati dada.
  • Condongkan tubuh sedikit ke belakang sambil menjaga kepala tetap berada di atas permukaan air.
Posisi ini membantu mempertahankan panas tubuh lebih lama.

4. Hemat energi selama berada di air

Menggerakkan tangan dan kaki terus-menerus akan menguras tenaga. Jika tidak memakai pelampung, usahakan mengapung dengan tenang. 

Bila ada benda terapung di sekitar, seperti papan atau pelampung, gunakan sebagai penopang tubuh agar tidak cepat lelah.

Cara Bertahan Hidup jika Berada di Sekoci atau Perahu Kecil

Dalam beberapa kondisi, korban berhasil menyelamatkan diri menggunakan sekoci atau perahu kecil. Jika terbawa jauh dari kapal utama, fokus utama adalah bertahan hidup sambil menunggu pertolongan. Berikut ini beberapa cara bertahan hidup ketika berada di Sekoci atau perahu kecil:

1. Buat tempat berlindung dari panas matahari

Paparan sinar matahari dalam waktu lama dapat menyebabkan dehidrasi dan sengatan panas. Gunakan apa pun yang tersedia, seperti terpal, layar, pakaian, atau papan kayu untuk membuat tempat teduh.

2. Kelola persediaan air dengan bijak

Air laut tidak boleh diminum karena kandungan garamnya dapat memperparah dehidrasi. Sumber air tawar terbaik adalah air hujan, cara penggunannya:
  • Layar atau terpal yang dibentuk seperti mangkuk.
  • Kain atau pakaian yang menyerap air hujan lalu diperas ke dalam wadah.
Jika memiliki persediaan air tawar, gunakan sedikit demi sedikit agar bertahan lebih lama.

3. Tunda makan jika persediaan air terbatas

Proses pencernaan membutuhkan air. Karena itu, bila air tawar sangat terbatas, sebaiknya jangan mengonsumsi makanan terlebih dahulu agar tubuh tidak semakin kehilangan cairan.

Kapal ilustrasi. Dok Pelni.

Cara Mendapatkan Makanan saat Terapung di Laut

Makanan tidak hanya memberikan energi, tetapi juga membantu tubuh memperoleh sedikit cairan. Beberapa sumber makanan yang dapat dimanfaatkan antara lain yaitu ikan, penyu, burung laut, atau rumput laut.

Peralatan sederhana seperti tali sepatu, perhiasan, potongan plastik, atau jaring dapat dimanfaatkan sebagai alat pancing atau perangkap.

Cara Kirim Sinyal Agar Mudah Ditemukan

Sebagian besar korban yang selamat ditemukan oleh kapal yang melintas, bukan karena berhasil berenang ke daratan. Beberapa cara memberi sinyal pertolongan meliputi:
  • Menyalakan suar (flare) jika tersedia.
  • Memantulkan cahaya menggunakan cermin, kacamata, atau layar ponsel.
  • Menggunakan lampu saat malam hari jika memiliki sumber cahaya.
Jika berada di tengah laut, berenang atau mendayung menuju pantai biasanya hanya menghabiskan tenaga. Penyintas lebih baik memanfaatkan angin dengan membuat layar darurat dari kain atau terpal agar perahu bergerak tanpa menguras energi.

Tanda-tanda Daratan Mulai Dekat

Ada beberapa petunjuk alam yang bisa menunjukkan keberadaan daratan di sekitar.
  1. Air menjadi lebih dangkal dan jernih
  2. Muncul kayu atau tumbuhan yang hanyut
  3. Burung laut terlihat dalam jumlah banyak, terutama menjelang sore karena biasanya kembali ke daratan
  4. Air tiba-tiba tampak keruh akibat aliran sungai menuju laut
  5. Muncul awan kumulus yang sering terbentuk di atas daratan
Maritime Injury Center menjelaskan pekerja maritim sebaiknya selalu mengikuti pelatihan keselamatan yang diberikan perusahaan, menggunakan alat pelindung saat berada di geladak, dan menghindari bekerja sendirian.

Sementara itu, penumpang kapal disarankan untuk memperhatikan pengarahan keselamatan sebelum perjalanan dimulai, mengetahui lokasi pelampung dan perlengkapan darurat, serta memahami prosedur jika terjadi insiden jatuh ke laut.

Persiapan dan pengetahuan mengenai langkah-langkah bertahan hidup dapat menjadi faktor penting yang membantu seseorang tetap hidup hingga tim penyelamat tiba.

(Siti Nahdia Usman)

(Arga Sumantri)