Arsip Foto - Wali Kota Jakarta Pusat Arifin di Jakarta, Jumat (10/7/2026). (ANTARA/HO-Pemkot Jakpus).
Kemarau, Pemkot Jakpus Ingatkan Warga Hemat Air dan Waspadai Kebakaran
Siti Yona Hukmana • 9 September 2026 12:07
Jakarta: Masyarakat diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan dan kebakaran, seiring kondisi cuaca kering yang diperkirakan berlangsung hingga November 2026. Salah satunya, dengan menghemat penggunaan air dan tidak menganggap ketersediaan air selalu aman meski telah memperoleh layanan air perpipaan dari Perusahaan Air Minum (PAM).
“Jangan berpikir aman hanya karena berlangganan PAM. Sungai-sungai di hulu mulai kering. Kita harus membatasi penggunaan air,” kata Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat (Jakpus) Arifin dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 9 September 2026.
Dia mengatakan kondisi tersebut perlu diantisipasi bersama oleh masyarakat karena keterbatasan air dapat berdampak pada kebutuhan sehari-hari maupun kondisi lingkungan. Selain persoalan air, Arifin mengingatkan masyarakat atas risiko kebakaran, khususnya yang berkaitan dengan kelistrikan.
“Dan ingat, lebih dari 70 persen kebakaran disebabkan masalah kelistrikan. Mari kita antisipasi bersama,” ujar Arifin.
Lebih lanjut, dia meminta masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi lingkungan selama periode cuaca kering. Menurut dia, pencegahan perlu dilakukan sebelum terjadi bencana melalui kepedulian dan tindakan sederhana di lingkungan masing-masing.

Ilustrasi pemadaman kebakaran. Foto: Pexels.
Arifin mengajak masyarakat untuk menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk menjaga kebersihan, menghemat air, serta mengantisipasi potensi kebakaran. Dia menilai kesiapsiagaan masyarakat dan kolaborasi antara pemerintah dengan warga diperlukan untuk menghadapi berbagai risiko lingkungan, terutama ketika kondisi cuaca kering yang berdampak pada peningkatan kebutuhan terhadap pengelolaan air dan kewaspadaan terhadap kebakaran.
"Jakarta adalah rumah kita bersama. Mari jaga kebersihan, pilah sampah, dan manfaatkan fasilitas yang ada," tutur Arifin.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersiaga menghadapi segala kejadian yang tidak diinginkan selama musim kemarau.
“Dalam menghadapi kondisi ini, saya tidak ingin seluruh jajaran baru bergerak setelah persoalan terjadi. Setiap perangkat daerah harus memahami potensi dampak sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing, menyiapkan sumber daya, dan memastikan langkah mitigasi dapat langsung dijalankan,” ungkap Pramono saat menjadi pembina Apel Jaga Jakarta dalam rangka Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Kemarau di Monas, Jakarta Pusat.