Pendidikan Khas Kejogjaan Mulai Diterapkan di Perguruan Tinggi DIY

Kegiatan pembukaan diskusi dan peluncuran Buku Panduan Pendidikan Khas Kejogjaan untuk Pendidikan Tinggi di Gedung Rektorat Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Kamis, 20 Agustus 2026. Dokumentasi/Humas Pemerintah DIY

Pendidikan Khas Kejogjaan Mulai Diterapkan di Perguruan Tinggi DIY

Ahmad Mustaqim • 20 August 2026 23:35

Yogyakarta: Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) mulai diterapkan di perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pemerintah DIY telah meluncurkan PKJ untuk sekolah tingkat menengah, beberapa waktu lalu.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan PKJ untuk perguruan tinggi diadakan berdasarkan realitas sosial di sekitar sivitas akademika. Ia mencontohkan jarak ruang kuliah dan kampung yang secara fisik dekat, tetapi menjadi jauh karena keilmuan tidak hadir di tengah masyarakat.

"Ia berangkat dari buku teks, menuju ujian, menuju ijazah, dan kadang, tidak pernah benar-benar pulang, ke kehidupan yang menghidupinya," kata Sri Sultan dalam peluncuran Buku Panduan Pendidikan Khas Kejogjaan untuk Pendidikan Tinggi di Gedung Rektorat Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Kamis, 20 Agustus 2026. 


Ia mengatakan PKJ untuk perguruan tinggi diluncurkan untuk memperpendek jarak tersebut. Menurutnya, PKJ bukan sekadar menambah mata kuliah sebagai formalitas, melainkan mengajak ilmu pengetahuan kembali pada nilai sebelum diterapkan di dunia.

PKJ mengenal tiga ruang yang harus terus dipertemukan, yaitu keraton, kampus, dan kampung. Keraton menghadirkan nilai, kampus menghadirkan daya kritis berbasis pengetahuan, sedangkan kampung menjadi ruang penerapan nilai dan ilmu dalam kehidupan. Ketiganya bukan hierarki, melainkan sebuah ekosistem.

"Ilmu modern akan semakin kuat, apabila memiliki kerendahan hati, untuk mendengarkan pengetahuan yang hidup di kampung, dalam cara masyarakat menjaga air, merawat tanah, dan menyelesaikan konflik tanpa kekerasan. Sebaliknya, pengetahuan lokal akan semakin relevan, apabila diberi ruang untuk diuji dan disambungkan dengan kebutuhan zaman," ucapnya. 


Peluncuran Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ). Dok. Pemerintah DIY


Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah V Setyabudi Indartono mengatakan PKJ di perguruan tinggi tidak hanya ditujukan bagi mahasiswa. Seluruh sivitas akademika di kampus juga perlu menerapkannya.

"PKJ di perguruan tinggi menanamkan karakter tak hanya pada mahasiswa, namun juga dosen dan tenaga kependidikan," ungkap dia. 

Rektor UNY Sumaryanto mengungkap peluncuran panduan PKJ dihadiri para pimpinan perguruan tinggi, termasuk pimpinan Universitas Tidar Magelang. Ia menegaskan UNY siap menerapkan PKJ kepada sekitar 18 ribu mahasiswa D3, D4, dan S1 serta 4 ribu mahasiswa program magister dan doktor.

"Ini menjadi komitmen sekaligus keseriusan menjalankan peranan dalam dunia pendidikan," ujar Sumaryanto. 

(Silvana Febiari)