Kasus Oknum Nakes Nirempati Didorong Diinvestigasi Menyeluruh

Kompleks Parlemen, Jakarta. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.

Kasus Oknum Nakes Nirempati Didorong Diinvestigasi Menyeluruh

Fachri Audhia Hafiez • 9 August 2026 23:16

Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) didorong menginvestigasi secara objektif kasus dugaan sikap nirempati dan perundungan oleh oknum tenaga kesehatan (nakes) terhadap pasien BPJS Kesehatan. Kasus itu viral di media sosial.

“Harus ada investigasi yang objektif terhadap dugaan pelanggaran etik yang dilakukan oleh oknum tenaga kesehatan, sekaligus evaluasi terhadap pelayanan rumah sakit apabila benar terdapat keterlambatan penanganan akibat keterbatasan ruang rawat inap,” kata anggota Komisi IX DPR Nurhadi dikutip melalui keterangan tertulis, Minggu, 9 Agustus 2026.
 


Dia menekankan seluruh warga negara berhak atas perlakuan medis yang setara dan bermartabat. Ia menegaskan, pasien yang menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan tidak boleh dipandang sebelah mata atau didiskriminasi.

“Saya juga mengingatkan bahwa peserta BPJS Kesehatan bukanlah pasien kelas dua. Mereka adalah warga negara yang telah dijamin haknya oleh negara melalui sistem Jaminan Kesehatan Nasional,” ujar Nurhadi.


Ilustrasi tenaga kesehatan. Foto: Dok. Metrotvnews.com.

Nurhadi mendorong Kemenkes, organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), serta fasilitas kesehatan untuk memperkuat pembinaan etika profesi. Termasuk dalam penggunaan media sosial bagi para nakes.

“Di era digital, setiap ucapan tenaga kesehatan di ruang publik membawa konsekuensi terhadap kepercayaan masyarakat terhadap profesi itu sendiri. Profesionalisme harus tercermin tidak hanya di ruang praktik, tetapi juga dalam setiap interaksi di ruang digital,” ucap Nurhadi.

Ia berharap evaluasi menyeluruh dapat segera dilakukan agar kepercayaan masyarakat terhadap sistem dan pelayanan kesehatan nasional tetap terjaga secara humanis dan beretika.

Kasus ini berawal dari unggahan pasien BPJS bernama Yurizal Tri Chaerawan di platform Threads. Pasien tersebut mengeluhkan masa tunggu hingga delapan jam tanpa kepastian kamar rawat inap, sebelum akhirnya dikabarkan meninggal dunia pada 31 Juli 2026. Unggahan tersebut dibanjiri komentar bernada merendahkan yang diduga berasal dari akun media sosial para oknum nakes.

(Fachri Audhia Hafiez)