Dolar AS Dipukul Mundur Mata Uang Utama Dunia

Dolar AS. Foto: dok MI.

Dolar AS Dipukul Mundur Mata Uang Utama Dunia

Husen Miftahudin • 27 January 2026 08:49

New York: Dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan pada perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Investor mengurangi posisi dolar menjelang pertemuan Federal Reserve dan kemungkinan pengumuman oleh pemerintahan Trump tentang ketua Fed baru.
 
Kekhawatiran tentang penutupan pemerintah AS lainnya juga menekan dolar. Mengutip Xinhua, Selasa, 27 Januari 2026, indeks dolar, yang mengukur nilai dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,57 persen menjadi 97,035.
 
Pada penutupan perdagangan di New York, euro menguat menjadi USD1,1875 dari USD1,1789 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris meningkat menjadi USD1,3679 dari USD1,3605 pada sesi sebelumnya.
 
Dolar AS diperdagangkan pada 154,18 yen Jepang, lebih rendah dari 156,14 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,7768 franc Swiss dari 0,7858 franc Swiss.
 
Mata uang Negeri Paman Sam itu naik menjadi 1,372 dolar Kanada dari 1,3718 dolar Kanada. Dolar AS merosot menjadi 8,9368 krona Swedia dari 8,9783 krona Swedia.
 

Baca juga: Dolar AS Keok Imbas Ketidakpastian Geopolitik Global


(Dolar AS. Foto: Freepik)
 

Fed diproyeksi tahan suku bunga

 
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) akan mengakhiri pertemuan dua harinya pada Rabu. Bank sentral secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga dana federal pada kisaran saat ini yaitu 3,5 persen hingga 3,75 persen.
 
Meskipun demikian, pelaku pasar akan tetap mencari kejelasan tentang jadwal penurunan suku bunga di masa mendatang. Menurut CME FedWatch Tool, para pedagang saat ini memperkirakan dua penurunan seperempat poin pada akhir 2026.
 
Kondisi ini membuat dolar kurang menarik bagi investor, yang dapat memilih untuk menempatkan uang mereka di tempat suku bunga pinjaman meningkat.
 
Ketua Fed Jerome Powell menolak tekanan dari Trump untuk penurunan suku bunga yang lebih cepat, dan akan menanggalkan jabatannya pada Mei mendatang. Pelaku pasar kini memberikan peluang 50 persen kepada kepala obligasi BlackRock, Rick Rieder, seorang pendukung suku bunga rendah seperti Presiden, sebagai calon pengganti Powell.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)