Ilustrasi Wall Street. Foto: Xinhua
Wall Street Tertekan, Nasdaq Anjlok 1,3% Imbas Aksi Jual Obligasi
Eko Nordiansyah • 19 August 2026 08:18
New York: Wall Street melemah pada Selasa, 18 Agustus 2026, dengan Nasdaq Composite mencatat penurunan terdalam sebesar 1,3 persen. Tekanan pasar terjadi di tengah aksi jual obligasi Treasury Amerika Serikat (AS) yang mendorong imbal hasil surat utang tenor 30 tahun ke level tertinggi sejak 2007.
Saham teknologi menjadi yang paling terdampak karena valuasinya sensitif terhadap perubahan suku bunga dan imbal hasil obligasi. Kenaikan harga minyak juga menambah kekhawatiran investor terhadap tekanan inflasi.
Mengutip Investing, Rabu, 19 Agustus 2026, indeks S&P 500 turun 0,7% menjadi 7.694,31 poin. Dow Jones Industrial Average melemah 0,2% ke 53.343,64 poin.
Sementara itu, Nasdaq Composite turun 1,3% ke level 26.289,71 poin.
Meskipun terkoreksi, S&P 500 masih berada sekitar 1,3 persen di bawah rekor penutupan tertingginya yang dicapai pada Kamis sebelumnya. Wall Street sebelumnya menguat sepanjang Agustus setelah pergerakan yang relatif datar pada Juni dan Juli, didukung musim laporan keuangan yang solid.
"Secara keseluruhan, pasar terbukti sangat tangguh dan berfokus pada pertumbuhan ekonomi serta laba perusahaan. Saya tidak yakin dinamika ini akan berubah dalam beberapa bulan mendatang. Namun, jelas ada hambatan yang menghadang, termasuk kekhawatiran mengenai inflasi jangka panjang," ujar Senior Vice President Wealthspire Advisors Oliver Pursche.
(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Yield treasury 30 tahun tembus level tertinggi
Tekanan paling besar terjadi pada obligasi Treasury AS tenor panjang. Pada Selasa, imbal hasil Treasury 30 tahun sempat mencapai 5,335 persen, level tertinggi sejak Juni 2007.Imbal hasil tersebut kemudian turun sekitar dua basis poin menjadi 5,290 persen.
Kenaikan imbal hasil obligasi dipengaruhi kekhawatiran inflasi akibat kenaikan harga minyak serta keraguan terhadap keberlanjutan pendanaan utang perusahaan teknologi besar untuk pengembangan kecerdasan artifisial (AI).
Pada 2025, Microsoft, Meta Platforms, Alphabet, Amazon, dan Oracle menerbitkan obligasi korporasi AS senilai sekitar USD121 miliar. Nilai tersebut lebih dari empat kali rata-rata tahunan sebesar USD28 miliar pada periode 2020-2024.
Laju penerbitan obligasi perusahaan teknologi besar tersebut juga meningkat pada 2026. Tekanan di pasar obligasi AS turut merambat ke pasar Eropa dan Asia pada Selasa.
Pelaku pasar selanjutnya menantikan risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Juli yang dijadwalkan dirilis pada Rabu (19/8). Risalah tersebut akan menjadi perhatian investor untuk melihat pandangan pejabat Federal Reserve terhadap arah kebijakan moneter AS.
Tiga presiden Federal Reserve regional sebelumnya menyampaikan perbedaan pandangan terkait keputusan FOMC mempertahankan suku bunga pada Juli. Investor akan mencermati risalah tersebut untuk melihat indikasi lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter dan potensi sikap hawkish dari bank sentral AS.
(1).jpg)