Banjir Rob Ancam Pesisir Jakarta pada 8-15 November 2026, Ini Daftarnya

Ilustrasi banjir rob. Foto: Metrotvnews.com/Yurike.

Banjir Rob Ancam Pesisir Jakarta pada 8-15 November 2026, Ini Daftarnya

Angel Rinella • 2 November 2026 18:43

Jakarta: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir pesisir atau rob pada 8-15 November 2026. Fenomena pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase Bulan Baru pada 9 November 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut di wilayah pesisir utara Jakarta.

Peningkatan pasang air laut tersebut dapat menyebabkan genangan di sejumlah kawasan pesisir. Kondisi ini perlu diantisipasi oleh warga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar wilayah terdampak.

Mengutip unggahan akun Instagram resmi BPBD DKI Jakarta yang merujuk pada informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok, sejumlah wilayah pesisir Jakarta dan Kepulauan Seribu berpotensi terdampak banjir rob. Potensi tersebut berkaitan dengan pasang maksimum air laut yang diperkirakan terjadi pada periode peringatan.

BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan kondisi air laut selama periode tersebut. Berikut wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob serta langkah antisipasi yang perlu dilakukan warga.

Daftar Wilayah Berpotensi Terdampak Banjir Rob

Fenomena pasang maksimum air laut pada 9 November 2026 menjadi salah satu faktor yang meningkatkan potensi banjir pesisir. Kondisi tersebut dipengaruhi fase Bulan Baru yang dapat menyebabkan ketinggian pasang air laut meningkat.

Berdasarkan informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok, puncak pasang maksimum berpotensi terjadi di wilayah berikut:

  1. Kamal Muara
  2. Kapuk Muara
  3. Penjaringan
  4. Pluit
  5. Ancol
  6. Kamal
  7. Marunda
  8. Cilincing
  9. Kalibaru
  10. Muara Angke
  11. Tanjung Priok
  12. Kepulauan Seribu

Masyarakat yang berada di kawasan tersebut diminta memperhatikan perkembangan kondisi air laut selama periode peringatan. Warga juga perlu mengantisipasi kemungkinan genangan, terutama ketika air laut mencapai pasang tertinggi.

Langkah Antisipasi Banjir Rob

Untuk mengurangi risiko dampak banjir pesisir, BPBD DKI Jakarta meminta masyarakat melakukan sejumlah langkah kesiapsiagaan. Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada warga yang tinggal di sekitar kawasan pesisir dan berpotensi terdampak pasang air laut.

Berikut langkah yang perlu diperhatikan masyarakat:

  1. Meningkatkan kewaspadaan: Memantau perubahan cuaca dan kondisi air laut selama periode potensi banjir rob.
  2. Menghindari kawasan berisiko: Membatasi aktivitas di wilayah pesisir yang berpotensi terdampak, terutama saat air laut sedang pasang tinggi.
  3. Memastikan saluran drainase berfungsi: Memeriksa kondisi saluran air di sekitar rumah agar aliran air tidak terhambat dan mengurangi risiko genangan.
  4. Memantau informasi resmi: Mengikuti perkembangan peringatan dini melalui laman BPBD DKI Jakarta dan informasi banjir melalui pantaubanjir.jakarta.go.id.

Selain itu, masyarakat dapat melaporkan apabila menemukan potensi genangan atau banjir melalui aplikasi JAKI. Warga juga dapat mengunduh Buku Panduan Kesiapsiagaan melalui tautan tiny.cc/bukusakusiagabanjir sebagai bahan persiapan menghadapi kondisi darurat.

BPBD DKI Jakarta turut mengingatkan masyarakat agar segera menghubungi layanan darurat jika membutuhkan bantuan. Warga dapat menghubungi nomor 112 untuk mendapatkan penanganan dalam kondisi darurat.

(Arga Sumantri)