Kementerian Kebudayaan resmi memulai produksi 20 karya film kepahlawanan terpilih melalui penandatanganan kontrak kerja sama di Graha Utama Kompleks Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026. Foto: Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan.
Produksi 20 Film Sejarah, Kemenbud Angkat Perjuangan Sipil dan Pers
Metro TV • 1 October 2026 19:57
Jakarta: Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) resmi memulai produksi 20 film kepahlawanan era 1945–1950. Program ini tidak hanya menyoroti figur pahlawan besar, tetapi juga mengangkat peranan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pers hingga rakyat sipil dalam mempertahankan kemerdekaan.
“Ceritanya beragam sekali, ada tentang pertempuran di daerah, pers/wartawan di masa perjuangan, Palang Merah, peristiwa Hotel Yamato, serta kisah-kisah rakyat sipil lainnya. Jadi tidak hanya tokoh pahlawan besar,” ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.
Fadli menyebutkan, 20 karya terpilih yang terdiri dari 7 film panjang dan 13 film pendek tersebut menyajikan keberagaman sudut pandang sejarah. Seluruh karya telah melalui proses seleksi dan verifikasi ketat oleh dewan juri, sejarawan, akademisi, hingga praktisi perfilman nasional.
Ia menilai, medium film memiliki kekuatan besar dalam menyampaikan kisah sejarah secara visual agar lebih relevan dan mudah dinikmati oleh berbagai kalangan masyarakat.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Foto: Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan.
“Bagaimana sejarah ini bisa lebih mudah divisualisasikan, diceritakan, dinarasikan, dan terutama yang paling baik itu adalah melalui film,” kata Fadli.
Selain menjaga dinamika perjuangan era 1945–1950 agar tidak tergerus zaman, program produksi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem perfilman nasional sekaligus memberikan dampak ekonomi positif bagi para pelaku industri kreatif di Tanah Air.
(Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan)