Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono. Foto: dok Otorita IKN.
OIKN Tarik Investasi Rp6,56 Triliun untuk Hunian dan Fasilitas Kota
Husen Miftahudin • 15 October 2026 14:20
Nusantara: Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengantongi komitmen investasi sekitar Rp6,56 triliun untuk pembangunan hunian Aparatur Sipil Negara (ASN) dan berbagai fasilitas perkotaan. Investasi tersebut ditujukan untuk mendukung pembentukan ekosistem kota di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
Kepala OIKN Basuki Hadimuljono mengatakan komitmen investasi tersebut mencakup pembangunan delapan menara rumah susun ASN senilai Rp2,63 triliun, lima proyek investasi swasta senilai Rp1,11 triliun, serta pembangunan 109 rumah tapak ASN senilai Rp2,81 triliun.
"Investasi tersebut mencakup pembangunan delapan menara rumah susun ASN senilai Rp2,63 triliun serta lima proyek investasi swasta murni senilai Rp1,11 triliun yang meliputi sektor pangan, mebel, kuliner, olahraga, dan kawasan komersial," ujar Basuki di Nusantara, Kalimantan Timur, dikutip dari Antara, Kamis, 15 Oktober 2026.
Pembangunan 109 rumah tapak ASN sebelumnya telah disepakati melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) pada 6 Oktober 2026.
Sektor perumahan menjadi salah satu bagian utama dari komitmen investasi tersebut. Pembangunan delapan menara rumah susun ASN senilai Rp2,63 triliun akan diprakarsai PT Nindya Karya bersama PT Nindya Estate Management.
Proyek tersebut berlokasi di Wilayah Perencanaan 1A Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), dengan luas lahan mencapai 6,84 hektare.
Selain rumah susun, pembangunan 109 rumah tapak ASN dilakukan melalui PT Seratus Sembilan Nusantara, dengan PT Intiland Development Tbk sebagai badan usaha pelaksana. Proyek ini ditargetkan selesai pada triwulan IV 2028. Secara keseluruhan, nilai investasi pembangunan rumah susun dan rumah tapak ASN mencapai sekitar Rp5,44 triliun.
Kembangkan fasilitas perkotaan
Selain sektor perumahan, OIKN menandatangani kerja sama investasi langsung dengan lima perusahaan untuk membangun fasilitas pendukung kehidupan perkotaan. Kelima proyek tersebut mencakup sektor pangan, kawasan komersial, kuliner, olahraga, dan mebel.
Berikut rincian proyek investasi yang disampaikan OIKN:
1. PT Berdikari (Persero)
Perusahaan merencanakan pengembangan usaha ayam terintegrasi dengan nilai investasi Rp177 miliar dan kapasitas sekitar 140 ribu ekor.2. PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park
Perusahaan menyiapkan proyek Grand Vista Nusantara berupa kawasan komersial, apartemen, dan perkantoran dengan estimasi investasi Rp1 triliun.3. PT Laziz Nusantara Grup
Perusahaan akan membangun restoran, gerai gelato, dan gedung serbaguna dengan nilai investasi Rp10 miliar.4. PT FYP Karya Perdana
Perusahaan berencana mengembangkan fasilitas olahraga dan komersial senilai Rp20 miliar.5. PT Java Teak Indo
Perusahaan menyiapkan ruang pamer mebel khas Jepara dan kantor dengan nilai investasi Rp1,5 miliar.Basuki mengatakan pengembangan berbagai fasilitas tersebut diharapkan mendukung kebutuhan masyarakat dan aktivitas ekonomi di Nusantara.
(Plaza Seremoni IKN. Foto: dok Brantas Abipraya)
Libatkan investasi swasta
Pembangunan IKN tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tetapi juga memanfaatkan skema KPBU, investasi swasta, dan hibah.
Pelibatan berbagai sumber pendanaan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pembangunan fasilitas perkotaan di Nusantara. Kehadiran investor juga diharapkan berkontribusi terhadap pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat.
Melalui pengembangan hunian dan fasilitas pendukung, OIKN mendorong terbentuknya ekosistem perkotaan yang dapat menunjang aktivitas pemerintahan, bisnis, dan kehidupan masyarakat di ibu kota baru.