Motof batik di uang rupiah. (Dokumentasi/ Instagram @peruri.indonesia)
Kenali Ragam Motif Batik dari Berbagai Daerah di Uang Rupiah
Silvana Febiari • 21 October 2026 18:59
Jakarta: Uang kertas Rupiah tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran, tetapi juga menyimpan kekayaan seni dan budaya Nusantara. Berbagai motif batik yang menghiasi desain uang Rupiah menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada masyarakat.
Melansir Peruri, penggunaan motif batik dari berbagai daerah bertujuan merepresentasikan kekayaan dan keberagaman budaya Indonesia. Motif-motif tersebut bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan simbol warisan budaya yang memiliki nilai seni dan identitas tersendiri.
Ragam Motif Batik dalam Uang Rupiah
Pada uang kertas Rupiah Tahun Emisi 2022, setiap pecahan menampilkan motif batik yang berbeda. Perbedaan ini memperlihatkan keragaman corak batik dari berbagai wilayah di Indonesia.Berikut motif batik yang menghiasi setiap pecahan uang kertas Rupiah:
- Rp100.000 – Batik Sekar Jagad
- Rp50.000 – Batik Mega Mendung
- Rp20.000 – Batik Dayak
- Rp10.000 – Batik Papua
- Rp5.000 – Batik Nagasari
- Rp2.000 – Batik Betawi
- Rp1.000 – Batik Kasab Aceh

Motof batik di uang rupiah. (Dokumentasi/ Instagram @peruri.indonesia)
Motif-motif tersebut memiliki karakter visual yang beragam serta mencerminkan kekayaan tradisi dan seni yang berkembang di berbagai daerah. Kehadirannya dalam desain Rupiah membuat unsur budaya Indonesia dapat dijumpai dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari berbelanja hingga melakukan transaksi keuangan.
Rupiah Jadi Media Pengenalan Budaya Nusantara
Kehadiran motif batik pada uang Rupiah menunjukkan identitas budaya dapat diperkenalkan melalui berbagai media, termasuk alat pembayaran resmi negara. Masyarakat tidak hanya menggunakan Rupiah untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga dapat mengenali sebagian kekayaan budaya Indonesia melalui desainnya.Rupiah memiliki nilai lebih dari sekadar alat transaksi. Uang kertas ini turut menjadi media pengenalan warisan budaya yang mengingatkan masyarakat akan keberagaman tradisi di Tanah Air.
Cara Merawat Rupiah agar Tetap Terjaga
Sebagai alat pembayaran sekaligus media yang memuat unsur budaya bangsa, uang Rupiah perlu dijaga kualitas fisiknya. Masyarakat dapat menerapkan prinsip 5 Jangan agar uang tetap bersih, rapi, dan layak digunakan.Berikut cara merawat uang Rupiah:
- Jangan dilipat, agar uang tidak mudah kusut atau rusak.
- Jangan dibasahi, untuk mencegah kerusakan pada bahan uang.
- Jangan diremas, agar bentuk dan kondisi uang tetap terjaga.
- Jangan dicoret, supaya desain dan informasi pada uang tetap terbaca.
- Jangan distapler, untuk menghindari lubang atau kerusakan pada lembaran uang.
Merawat uang Rupiah merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap alat pembayaran resmi negara. Lebih dari itu, menjaga kondisinya juga berarti menghargai desain yang memuat unsur seni dan kekayaan budaya Indonesia.