Ilustrasi, Desa Penglipuran, Bali. Foto Kemenpar.go.id
Bali Diusulkan Jadi Provinsi Percontohan Rendah Emisi
Husen Miftahudin • 27 October 2026 13:57
Jakarta: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy meminta Bali menjadi provinsi percontohan penurunan emisi karbon.
Upaya tersebut diharapkan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan, termasuk melalui penggunaan energi bersih di sektor pariwisata dan ekonomi.
"Saya minta supaya Bali dijadikan provinsi percontohan penurunan emisi karbon," ujar Rachmat saat menerima Gubernur Bali I Wayan Koster dalam pertemuan di Kementerian PPN/Bappenas, dikutip dari Antara, Selasa, 27 Oktober 2026.
Pemerintah mendorong penguatan konektivitas antarwilayah serta integrasi infrastruktur transportasi, logistik, pariwisata, dan energi untuk mendukung pemerataan ekonomi dan keberlanjutan pembangunan Bali.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Provinsi Bali menyampaikan kebutuhan perbaikan akses menuju sejumlah kawasan strategis serta pengembangan pelabuhan di Bali Utara dan Bali Timur.
Pelabuhan tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan perikanan sekaligus menjadi jalur transportasi penumpang dan distribusi barang. Penambahan jalur juga diharapkan mengurangi kepadatan angkutan pada rute Gilimanuk–Ketapang serta membuka akses ekonomi dan pariwisata di wilayah lain.
Rachmat menegaskan pembangunan infrastruktur perlu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk melalui pengurangan kemacetan dan polusi. "Kita mesti melakukan sesuatu yang berbeda, dan itu mengurangi kemacetan, mengurangi polusi," kata Rachmat.

(Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy (kanan) saat menerima Gubernur Bali I Wayan Koster di Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta. Foto: ANTARA/HO-Bappenas)
Bali hadapi tantangan lingkungan
Selain konektivitas, pemerintah membahas persoalan lingkungan di Bali, mulai dari abrasi pantai, pengelolaan sampah, sanitasi, hingga air limbah. Pembahasan juga mencakup kelanjutan perlindungan kawasan pantai dan pengembangan pengelolaan sampah organik agar dapat dimanfaatkan kembali.
Tekanan terhadap lingkungan menjadi perhatian seiring perkembangan sektor pariwisata di Pulau Dewata.
Kawasan Sarbagita yang mencakup Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan disebut menyumbang 71,41 persen timbulan sampah di Bali. Kawasan tersebut juga menghadapi defisit air sebesar 1,93 miliar meter kubik per tahun.
Pemerintah berharap integrasi pembangunan infrastruktur dan kebijakan ramah lingkungan dapat meningkatkan aksesibilitas, menjaga kelestarian alam, serta memperluas peluang ekonomi bagi masyarakat di berbagai wilayah Bali.