DLH DKI Libatkan RT dan RW untuk Masifkan Gerakan Pilah Sampah

Ilustrasi pilah sampah. Foto: dok. MI.

DLH DKI Libatkan RT dan RW untuk Masifkan Gerakan Pilah Sampah

Nattasya Amani Vrazeti • 9 September 2026 20:18

Jakarta: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memperluas koordinasi hingga tingkat RT dan RW untuk mengawasi sekaligus mempercepat gerakan pemilahan sampah dari rumah tangga. Langkah ini merespons masih ditemukannya sampah tercampur saat masuk ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).

“DLH berkoordinasi dengan Wali Kota, Camat, Lurah, hingga tingkat RT dan RW untuk memperluas sosialisasi dan memasifkan gerakan pilah sampah di masyarakat,” kata Humas DLH DKI Jakarta Yogi Ikhwan, Rabu, 9 September 2026.

Yogi menilai penerapan gerakan pemilahan sampah dari rumah tangga belum berjalan maksimal di lapangan. Menurut dia, membutuhkan proses dan perubahan perilaku yang konsisten.

“Kami memahami bahwa penerapan budaya pilah sampah dari sumber tidak dapat dilakukan secara instan. Ini merupakan perubahan perilaku yang membutuhkan waktu dan proses yang konsisten,” ujar Yogi.

Dia menambahkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta lebih mengedepankan pendekatan edukasi, sosialisasi, dan pembentukan kesadaran warga agar aktivitas memilah sampah menjadi kebiasaan sehari-hari.

Yogi menjelaskan melalui Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026, Pemprov DKI terus mendorong pemilahan sampah dari sumbernya.

"Fokus utama saat ini adalah memperkuat partisipasi masyarakat sekaligus memastikan kesiapan sistem pendukung, agar implementasi gerakan pemilahan sampah dapat berjalan efektif dan konsisten," kata Yogi.

Pengelolaan sampah di TPS 3R Sunter Jaya, Jakarta Utara, masih menghadapi kendala akibat sampah rumah tangga yang masuk dalam kondisi belum terpilah. Pengelola TPS 3R Sunter Jaya Rusman menyebut kondisi sampah yang bercampur antara organik dan anorganik mengharuskan petugas melakukan pemilahan ulang, sehingga proses pengolahan menjadi lambat.


Mesin pengolahan sampah di TPS 3R Meruya Selatan. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

“Kalau sampahnya masih tercampur, kita harus pilah lagi. Jadi proses pengolahannya lebih lama,” kata Rusman, Selasa, 8 September 2026.

Hal serupa terjadi di TPS 3R Meruya Selatan. Pengawas TPS 3R Meruya Selatan Achmad Basyary mengatakan pihaknya akan menyediakan gerobak motor bersekat untuk memisahkan jenis sampah langsung saat dijemput dari rumah warga. Langkah ini diambil guna mengantisipasi masih banyaknya masyarakat yang belum memilah sampah dari rumah.

(Gabriella Thesa Widiari)