Pengerjaan optimalisasi lahan sawah terdampak bencana alam di Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat. ANTARA/HO-DTPH Pasaman Barat
Progres Perbaikan Sawah Terdampak Bencana di Pasaman Barat Capai 80 Persen
Silvana Febiari • 13 May 2026 19:27
Pasaman Barat: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat, Sumatra Barat, mencatat perbaikan infrastruktur lahan sawah yang rusak ringan terdampak bencana alam telah mencapai 80 persen. Pengerjaan perbaikan infrastruktur itu terus dikebut.
"Pengerjaannya terus kita pacu. Untuk perbaikan fisiknya telah mencapai 80 persen dari luas 172 hektare di Kecamatan Ranah Batahan dan Kecamatan Talamau," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Pasaman Barat Afdal, dilansir dari Antara, Rabu, 13 Mei 2026.
Menurutnya, pengerjaan yang telah dimulai berada di Kecamatan Ranah Batahan seluas 95 hektare di lima kelompok tani. Lalu, di Kecamatan Talamau seluas 77 hektare atau di tiga kelompok tani.
Baca Juga :
Pengerjaannya berupa pekerjaan konstruksi optimalisasi lahan atau oplah terdampak bencana (rusak ringan). Pengerjaan lahan pertanian terdampak bencana alam itu sesuai instruksi Menteri Pertanian.
Dia menjelaskan untuk optimalisasi lahan seluas 172 hektare menelan biaya Rp5.500.000 per hektare dengan total mencapai Rp998.460.000. Lalu, pekerjaan konstruksi optimalisasi lahan nonrawa (reguler) dengan luas 754 hektare dengan biaya Rp5.500 000 per hektare mencapai total anggaran Rp4.188.470.000.
"Kemudian, pekerjaan konstruksi konservasi air dan antisipasi anomali (dam parit) dengan 10 unit. Biaya per unit Rp120 juta dengan total anggaran Rp1.229.870.000," jelasnya.

Satu alat berat sedang mengerjakan perbaikan infrastruktur optimalisasi lahan sawah rusak ringan yang terdampak bencana di Kecamatan Ranah Batahan. Saat ini pekerjaannya telah dimulai di ditargetkan selesai tepat waktu. ANTARA/HO-DTPH Pasaman Barat.
Pemerintah pusat juga telah memastikan sekitar Rp6,14 miliar turun ke Pasaman Barat untuk penanggulangan dampak bencana di sektor pertanian tanaman pangan hortikultura. Anggaran dari pemerintah pusat melalui provinsi akan disalurkan ke kelompok tani yang terdampak.
Dari anggaran yang diperoleh sebanyak Rp6,14 miliar akan digunakan untuk pekerjaan konstruksi optimalisasi lahan atau oplah terdampak bencana (rusak ringan).
Bencana alam pada akhir November 2025 lalu di Pasaman Barat menyebabkan lahan pertanian terdampak karena banjir dan lumpur. Pemkab Pasaman Barat juga telah mengusulkan tambahan alokasi dana rehabilitasi lahan persawahan yang terdampak bencana alam ke Kementerian Pertanian.
Usulan tersebut mencakup bantuan rehabilitasi sawah rusak sedang atau optimalisasi lahan seluas 48 hektare serta rehabilitasi sawah rusak berat seluas 50 hektare. Selain itu, juga diajukan pembangunan lima unit dam parit dan rehabilitasi 20 unit jaringan irigasi tersier.