Banjir di Jalan Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Foto: Metro TV/Cony Brilliana.
Warga Kebon Pala Harap Penanganan Banjir dan Bantuan Ditingkatkan
Cony Brilliana • 25 January 2026 16:31
Jakarta: Warga di Jalan Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk meningkatkan penanganan banjir di wilayah mereka. Pasalnya, permukiman padat penduduk ini rutin terendam banjir setiap puncak musim hujan tiba, namun distribusi bantuan logistik dinilai warga masih sangat terbatas dan belum mencukupi kebutuhan harian.
“Kalau dibilang kurang, ya kurang semuanya. Satu, apalagi kalau enggak punya uang. Buat makan susah. Menunggu bantuan, ada jamnya,” ungkap salah satu warga terdampak, Ratna Sari, di lokasi pengungsian, Minggu, 25 Januari 2026.
Ratna menyebut, sejauh ini bantuan yang diterima warga baru sebatas makanan ringan atau snack. Padahal, sebanyak 246 jiwa yang mengungsi sangat membutuhkan bantuan logistik lain seperti selimut, perlengkapan bayi, serta kebutuhan dasar lainnya mengingat aliran listrik di rumah mereka masih dipadamkan demi keselamatan.
Ketinggian air di RT 13 RW 04 Kebon Pala terpantau mulai menyusut ke angka 50 hingga 70 sentimeter dari sebelumnya yang sempat melampaui 100 sentimeter. Meski sudah mulai turun, warga mengaku masih trauma dengan banjir kiriman yang sewaktu-waktu bisa kembali naik jika wilayah hulu diguyur hujan deras.
.jpeg)
Banjir di Jalan Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Foto: Metro TV/Cony Brilliana.
“Paling hanya makan doang. Makan snack-snack, udah. Kayak bantuan logistik lain belum ada. Jadi kalau di Bogor hujan terus, ini banjir,” tambah Ratna.
Warga berharap pemerintah tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga melakukan langkah nyata dalam menangani banjir musiman ini secara permanen. Penguatan koordinasi distribusi bantuan di lapangan juga menjadi harapan besar agar para pengungsi tidak hanya bergantung pada jadwal pemberian makan yang terbatas.