MUI Cetuskan Jihad Digital, Cegah Bahaya Belajar Agama Lewat AI

Majelis Ulama Indonesia (MUI). Foto: MUI digital.

MUI Cetuskan Jihad Digital, Cegah Bahaya Belajar Agama Lewat AI

Gabriella Thesa Widiari • 25 July 2026 02:56

Jakarta: Majelis Ulama Indonesia (MUI) mencetuskan "jihad digital", untuk mengingatkan masyarakat mempelajari ilmu agama melalui mesin kecerdasan buatan (AI). Ilmu agama harus tetap dengan bimbingan dari guru yang jelas.

Wakil Ketua Umum MUI Muhammad Cholil Nafis mengatakan, teknologi AI maupun media digital boleh saja digunakan sebatas sebagai inspirasi atau alat untuk menggali informasi awal. Namun, tidak bisa dijadikan sandaran mutlak untuk belajar agama.

"Belajar agama itu butuh transmisi keilmuan yang disebut dengan sanad. Ada yang menjamin bahwa itu benar, orisinal, dan valid. Sementara dari media (AI) itu sering kita lihat mungkin sebagian benar, tapi sebagian salah," kata Cholil, dilansir dari Antara, Sabtu, 25 Juli 2026.


Wakil Ketua Umum MUI Muhammad Cholil Nafis. Foto: Antara.

MUI secara tegas mengingatkan batas-batas penggunaan teknologi informasi dalam urusan keimanan. Ia menekankan bahwa AI tidak akan pernah bisa menggantikan posisi dan keteladanan seorang ulama.

"Berguru harus kepada orang, kepada ulama, kepada ustadz yang memang mumpuni dan memang menjadi teladan. Tidak bisa berguru hanya kepada mesin," ujar Cholil.

(Gabriella Thesa Widiari)