Investor Mesti Waspada, Harga Emas Berpotensi Melemah Lagi

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Investor Mesti Waspada, Harga Emas Berpotensi Melemah Lagi

Eko Nordiansyah • 3 June 2026 11:10

Jakarta: Harga emas dunia diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026. Sejumlah indikator teknikal menunjukkan bahwa tren pelemahan belum berakhir, sementara sentimen fundamental global juga belum memberikan dukungan yang cukup kuat untuk mendorong kenaikan harga secara signifikan.

Berdasarkan analisis Dupoin Futures oleh analis Geraldo Kofit, pergerakan pasangan XAU/USD pada timeframe daily masih berada dalam fase bearish. Hingga saat ini, harga emas belum mampu menembus sekaligus bertahan di atas area resistance penting di level 4.545.

"Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar dan membatasi ruang penguatan yang lebih besar," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 3 Juni 2026.

Geraldo menjelaskan, pergerakan harga dalam beberapa sesi terakhir juga memperlihatkan terbentuknya pola candlestick Doji. Pola ini umumnya mencerminkan kondisi pasar yang sedang berada dalam fase ketidakpastian, di mana kekuatan buyer dan seller relatif seimbang.

"Namun, karena muncul di tengah tren turun yang masih berlangsung, pola tersebut belum cukup kuat untuk mengubah arah pergerakan harga menjadi bullish," kata dia.

Tren emas masih cenderung melemah

Selain itu, posisi harga yang masih bergerak di bawah indikator Moving Average (MA) 21 dan MA 50 semakin memperkuat pandangan bahwa tren utama emas masih cenderung melemah. Dalam analisis teknikal, kedua indikator tersebut sering digunakan untuk mengukur kekuatan tren.

"Selama harga belum mampu kembali bergerak di atas area tersebut, peluang terjadinya kenaikan yang berkelanjutan masih relatif terbatas," ungkapnya.

Dari sisi momentum, indikator stochastic juga belum memberikan petunjuk yang jelas mengenai arah pergerakan selanjutnya. Pergerakannya yang cenderung datar menunjukkan bahwa pasar masih menunggu katalis baru yang dapat menjadi penentu arah harga. Meski demikian, munculnya tekanan jual pada awal sesi perdagangan menjadi sinyal bahwa pelaku pasar masih lebih banyak memilih posisi jual dibandingkan beli.

Dengan kondisi tersebut, emas diperkirakan berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support terdekat di level 4.446. Level ini menjadi area penting yang akan diperhatikan oleh pelaku pasar dalam jangka pendek. Jika tekanan jual semakin meningkat dan area support tersebut berhasil ditembus, maka peluang penurunan lanjutan menuju level 4.365 akan semakin terbuka.

(Ilustrasi. Foto: Dok Bappebti)

Faktor penguatan dolar dan obligasi AS

Dari sisi fundamental, pergerakan emas masih dibayangi oleh kuatnya dolar Amerika Serikat serta tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury Yield. Kedua faktor ini menjadi tantangan utama bagi harga emas dalam beberapa waktu terakhir.

"Ketika dolar AS menguat, harga emas biasanya cenderung mengalami tekanan karena menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar. Akibatnya, permintaan terhadap emas dapat menurun dan berdampak pada pelemahan harga," ujarnya.

Di sisi lain, tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS juga membuat investor memiliki lebih banyak pilihan investasi yang menawarkan keuntungan lebih menarik. Dalam situasi seperti ini, sebagian dana yang sebelumnya mengalir ke emas dapat beralih ke instrumen berbasis dolar yang memberikan return lebih tinggi.

Pasar juga masih mencermati arah kebijakan moneter Federal Reserve. Jika data ekonomi Amerika Serikat, seperti inflasi dan pasar tenaga kerja, terus menunjukkan kondisi yang solid, maka peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat akan semakin kecil. Kondisi tersebut berpotensi menjaga penguatan dolar AS sekaligus mempertahankan tekanan terhadap harga emas.

"Selain faktor suku bunga, permintaan terhadap aset safe haven juga cenderung menurun ketika sentimen pasar global membaik. Saat investor lebih optimistis terhadap prospek ekonomi dan pasar keuangan, minat terhadap aset pelindung nilai seperti emas biasanya ikut berkurang," kata dia.

Secara keseluruhan, kombinasi faktor teknikal dan fundamental saat ini masih mengarah pada skenario bearish bagi harga emas. Selama harga belum mampu menembus resistance di area 4.545 dan masih bergerak di bawah MA 21 serta MA 50, tekanan jual diperkirakan tetap mendominasi pasar.

"Dengan demikian, pelaku pasar perlu mencermati area support 4.446 sebagai level penting dalam jangka pendek. Apabila level tersebut gagal bertahan, maka potensi penurunan menuju area 4.365 berpeluang semakin besar dalam beberapa sesi perdagangan mendatang," ungkapnya.

(Eko Nordiansyah)