Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengajak seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha untuk memperkuat "Gerakan Pengurangan dan Pilah Sampah dari Sumbernya". Foto: Metro TV/Aris Setya.
Pemprov DKI Ajak Warga Perkuat Gerakan Pilah Sampah
Aris Setya • 2 April 2026 18:18
Jakarta: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengajak seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha untuk memperkuat "Gerakan Pengurangan dan Pilah Sampah dari Sumbernya". Langkah ini menjadi strategi utama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menekan volume sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
“Pemilahan sampah dari sumber harus dilakukan secara konsisten dan masif agar benar-benar berdampak pada pengurangan volume sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang,” ujar Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto di Jakarta, Kamis, 2 April 2026.
Asep menjelaskan bahwa penanganan sampah di Jakarta tidak bisa lagi hanya mengandalkan pola angkut-buang. Sejalan dengan arahan Gubernur Pramono Anung, para pejabat wilayah mulai dari wali kota hingga lurah diminta menjadi penggerak utama dalam mengedukasi warga agar memisahkan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah tangga.
"Di sisi lain, penguatan bank sampah tetap menjadi salah satu fokus. Selain membantu mengurangi sampah, keberadaan bank sampah juga memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat," imbuh Asep.
Selain menyasar lingkungan permukiman, DLH DKI Jakarta juga memberikan perhatian khusus pada sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeca). Asep menegaskan bahwa pelaku usaha memiliki kewajiban hukum untuk mengelola sampah secara mandiri sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 102 Tahun 2021.
“Ini bukan lagi pilihan, tetapi kewajiban. Terutama untuk sampah sisa makanan, yang seharusnya bisa diolah menjadi kompos atau melalui biokonversi seperti maggot BSF (Black Soldier Fly), sehingga tidak semuanya berakhir di tempat pembuangan akhir,” urainya.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengajak seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha untuk memperkuat "Gerakan Pengurangan dan Pilah Sampah dari Sumbernya". Foto: Metro TV/Aris Setya.
Asep mendorong pelaku usaha komersial untuk menyediakan empat jenis wadah sampah, yakni sampah mudah terurai, material daur ulang, residu, dan B3 rumah tangga. Ia menekankan bahwa pengelolaan sampah harus menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, bukan sekadar pemenuhan administrasi.
“Kami ingin pelaku usaha melihat pengelolaan sampah sebagai bagian dari tanggung jawab bersama, bukan sekadar kewajiban administratif. Kami mengajak sektor Horeca untuk menjadi bagian dari solusi dengan memulai langkah nyata dari tempat usahanya masing-masing,” tutup Asep.