Seni Ukir Simbol Identitas Budaya Bangsa, Rerie: Harus Dilestarikan

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie)/Foto Metrotvnews

Seni Ukir Simbol Identitas Budaya Bangsa, Rerie: Harus Dilestarikan

Muhamad Marup • 29 April 2026 20:05

Jakarta: Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie), seni ukir merupakan representasi identitas budaya bangsa. Ia mendorong semua pihak untuk berupaya melestarikan nilai-nilai dalam seni ukir dan seni serta budaya Indonesia secara umum.

"Agar nilai-nilai budaya dan seni warisan para pendahulu bangsa dapat dipahami generasi penerus secara berkelanjutan di masa depan," ujar Rerie, saat membuka diskusi daring bertema Menciptakan Maestro Seni Ukir Kelas Dunia yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12 di Jakarta, Rabu, 29 April 2026.

Dalam pelestarian tersebut, Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, perlu transformasi pikiran dan kesadaran bahwa seni ukir bukan sekadar seni atau komoditas pasar. Menurutnya, penting merepresentasikan seni ukir sebagai identitas budaya bangsa, warisan nilai, dan pengetahuan leluhur yang harus dilestarikan.

"Dalam konteks Jepara, saat ini sedang berupaya mengajukan seni ukir Jepara sebagai warisan budaya dunia ke UNESCO. Dalam hal itu, diperlukan transmisi pengetahuan mengukir yang terdokumentasi dengan baik dari maestro kepada generasi penerus," jelas Rerie.

Anggota Komisi X DPR RI itu mengungkapkan, pelestarian jejak sejarah budaya ukir kepada generasi penerus secara berkelanjutan merupakan sebuah tantangan. Menurutnya, butuh sentuhan modernisasi, tanpa menghilangkan maknanya.

"Sebagai bagian dari upaya keberlanjutan seni ukir Jepara, butuh sentuhan modernisasi dalam pengembangan seni ukir tanpa menghilangkan makna dari seni di dalamnya," kata Rerie.

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie). Foto: Dok. Metrotvnews.com.

Peran Pemerintah

Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia Restu Gunawan mengungkapkan, pemerintah hingga saat ini mendorong berbagai kekayaan seni dan budaya di tanah air untuk mendapatkan pengakuan dunia.

Setidaknya, ujar Restu, saat ini, pemerintah sedang melakukan berbagai upaya melalui  single atau joint nomination, dan extension, dalam rangka mecatatkan sejumlah seni dan budaya Nusantara ke UNESCO.

Menurut Restu, peran pemerintah dalam melahirkan maestro di bidang seni dan budaya, setidaknya ada dua hal, yaitu pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang seni dan budaya, juga mengedukasi masyarakat agar memiliki pemahaman seni dan budaya dengan baik.

"Tanpa pemahaman masyarakat tentang seni dan budaya yang baik, tidak ada yang mampu mengapresiasi karya para maestro," ujar Restu.

Selain itu, tambah dia, pemerintah juga menerapkan sistem pendataan kebudayaan terpadu, dalam upaya membangun ekosistem terintegrasi bagi pengembangan seni budaya yang melibatkan maestro dari beragam latar belakang seni dan budaya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)