Disbud Bali Ajukan Nyepi Jadi Warisan Budaya ke UNESCO

Kepala Disbud Bali Ida Bagus Alit Suryana saat diwawancara soal isu kebudayaan di Denpasar, Bali. (ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)

Disbud Bali Ajukan Nyepi Jadi Warisan Budaya ke UNESCO

Whisnu Mardiansyah • 30 April 2026 13:47

Denpasar: Dinas Kebudayaan (Disbud) Bali mulai menyiapkan proposal untuk mengajukan Hari Suci Nyepi sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO. Langkah ini diambil setelah mendapat dorongan dari berbagai pihak.

"Dari rapat kemarin, tentunya kami akan membuat proposal pengajuan ke Kementerian Kebudayaan, iya menyusun surat pengajuan," ujar Kepala Disbud Bali, Ida Bagus Alit Suryana, saat dikonfirmasi di Denpasar, seperti dilansir Antara, Kamis, 30 April 2026.

Alit menjelaskan pengajuan Hari Suci Nyepi berangkat dari keinginan DPD Prajaniti Hindu Bali. Sebelumnya, pada tahun 2023, Nyepi sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Oleh karena itu, langkah selanjutnya mengusulkannya ke UNESCO dinilai tidaklah keliru.

Para budayawan, tokoh adat, dan tokoh Hindu memandang Hari Suci Nyepi bukan sekadar kearifan lokal dan ritual setempat. Menurut mereka, Nyepi sudah menjadi warisan global yang dihormati oleh masyarakat internasional.

Setelah menyamakan persepsi, para pemangku kepentingan sepakat mengusulkan Hari Suci Nyepi untuk menyusul Subak Jatiluwih yang lebih dulu dikenal dunia. Subak Jatiluwih telah diakui sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO.
 


"Hasil rapat, semua sepakat menyetujui agar Hari Suci Nyepi diusulkan sebagai warisan budaya dunia karena nilai-nilai yang terkandung, baik nilai spiritual maupun sosial untuk pemeliharaan alam. Begitu mulianya tujuan Nyepi, itu yang melandasi tokoh-tokoh untuk mengusulkan," kata Alit.

Selanjutnya, tugas pemerintah daerah adalah menyusun proposal dan menyampaikannya ke Kementerian Kebudayaan. Proposal tersebut akan dikaji sekaligus untuk melengkapi persyaratan yang akan diminta nanti.

"Kami menyadari bahwa pasti dari seluruh Indonesia ada yang mengajukan karya budayanya untuk ditetapkan sebagai warisan budaya dunia. Dari usulan-usulan itu nanti akan dikaji lagi di pusat, di kementerian," ujar dia.


Perayaan Nyepi di Bali. Foto: MI.

Disbud Bali dan para tokoh tidak menargetkan kapan pemerintah pusat akan memproses Hari Suci Nyepi ke UNESCO. Semua pihak saat ini fokus mengajukan dan melengkapi berkas yang dibutuhkan.

Saat ini, Disbud Bali hanya mendata Hari Suci Nyepi yang hendak diajukan sebagai WBTb UNESCO. Namun, jika ke depan ada animo masyarakat dan tokoh yang mengusulkan kearifan lokal lain, maka usulan tersebut akan dipertimbangkan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)