Kilas Balik Sejarah Batavia hingga Menjadi Ibu Kota Indonesia

Dok: jakarta.go.id

Kilas Balik Sejarah Batavia hingga Menjadi Ibu Kota Indonesia

Putri Purnama Sari • 8 May 2026 14:14

Jakarta: Jakarta akan segera merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 pada 22 Juni 2026. Menjelang usia yang hampir mencapai lima abad, perjalanan panjang ibu kota Indonesia ini kembali menarik untuk ditelusuri.

Jakarta bukan sekadar pusat pemerintahan dan bisnis nasional, tetapi juga kota yang menyimpan sejarah panjang sejak masa kerajaan, kolonialisme, hingga era modern. Kota yang kini dikenal sebagai megapolitan terbesar di Indonesia ini dulunya bermula dari sebuah pelabuhan kecil bernama Sunda Kalapa.

Berawal dari Pelabuhan Sunda Kalapa

Dilansir dari laman jakarta.go.id, sejarah Jakarta dimulai sekitar 500 tahun lalu dari sebuah pelabuhan kecil di muara Sungai Ciliwung. Pada masa itu, kawasan tersebut dikenal dengan nama Sunda Kalapa dan menjadi pelabuhan utama Kerajaan Padjadjaran.

Karena lokasinya strategis di pesisir utara Pulau Jawa, Sunda Kalapa berkembang menjadi pusat perdagangan internasional. Pedagang dari berbagai negara seperti Arab, India, Tiongkok, hingga Eropa datang untuk melakukan aktivitas niaga.

Jejak sejarah Jakarta juga ditemukan melalui sejumlah prasasti di sekitar kawasan pelabuhan dan aliran Sungai Ciliwung.
 

Berganti Nama Menjadi Jayakarta

Pada abad ke-16, Sunda Kalapa menjadi pelabuhan penting bagi Portugis. Namun pada 22 Juni 1527, pasukan Pangeran Fatahillah berhasil merebut kawasan tersebut dari Portugis.

Setelah kemenangan itu, nama Sunda Kalapa diubah menjadi Jayakarta yang berarti “kota kemenangan”. Tanggal 22 Juni kemudian ditetapkan sebagai hari lahir Kota Jakarta dan diperingati setiap tahun sebagai HUT Jakarta. Tahun ini, Jakarta akan memasuki usia ke-499 tahun.

Era Batavia pada Masa Belanda


Dok: jakarta.go.id

Memasuki abad ke-17, VOC Belanda datang dan mengambil alih Jayakarta. Pada 4 Maret 1621, pemerintah kolonial mulai membangun pusat pemerintahan dan mengganti nama kota menjadi Batavia.

Nama Batavia diambil dari Batavieren, leluhur bangsa Belanda. Karena kondisi geografisnya mirip dengan Belanda, pemerintah kolonial membangun kanal-kanal air untuk mengendalikan banjir.

Batavia kemudian berkembang menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan Hindia Belanda. Pemerintah kolonial juga memindahkan pusat administrasi ke wilayah yang lebih tinggi bernama Weltevreden.
 

Jakarta Jadi Pusat Pergerakan Nasional hingga Ibu Kota Indonesia


Dok: jakarta.go.id

Pada awal abad ke-20, Batavia menjadi pusat pergerakan nasional Indonesia. Salah satu peristiwa penting yang terjadi adalah Kongres Pemuda II tahun 1928 yang melahirkan Sumpah Pemuda.

Ketika Jepang menduduki Indonesia pada 1942, nama Batavia diubah menjadi Jakarta Tokubetsu Shi. Nama Jakarta kemudian terus digunakan hingga Indonesia merdeka. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945, Jakarta resmi menjadi pusat pemerintahan nasional.

Status Jakarta terus mengalami perkembangan, mulai dari Praj’a Jakarta, Kotamadya Djakarta Raya, hingga akhirnya menjadi Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta. Pada 31 Agustus 1964, Jakarta resmi ditetapkan sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia.

Kini, menjelang HUT ke-499, Jakarta telah berkembang menjadi kota metropolitan dan salah satu pusat ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Berbagai pembangunan infrastruktur modern terus dilakukan, seperti:
  • MRT dan LRT
  • Jalan tol dalam kota
  • Kawasan bisnis internasional
  • Transportasi publik terintegrasi
  • Ruang publik dan kawasan wisata
Meski nantinya status ibu kota negara akan berpindah ke IKN Nusantara, Jakarta tetap menjadi pusat bisnis, perdagangan, dan aktivitas ekonomi nasional.

Selain modernisasi, Jakarta juga tetap mempertahankan budaya Betawi dan berbagai bangunan bersejarah yang menjadi bagian penting perjalanan kota ini.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)