Pengendalian ikan sapu-sapu di DKI Jakarta. Foto: Antara.
Kandungan Logam Berat Ikan Sapu-sapu Sebabkan Gagal Ginjal hingga Kerusakan Saraf
Anggi Tondi Martaon • 8 May 2026 16:35
Jakarta: Kepala Laboratorium Kesehatan (Labkes) Provinsi DKI Jakarta, dr. Budi Wibowo, mengemukakan kandungan ikan sapu-sapu yang ditangkap di sejumlah lokasi perairan Ibu Kota. Ikan invasi tersebut juga mengandung logam berat, yaitu timbal yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Budi menjelaskan, hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan Labkesda DKI atas sampel ikan sapu-sapu di beberapa titik Sungai Ciliwung beberapa waktu lalu. "Setiap titik yang kita ambil ikannya, (semuanya) mengandung timbal dengan kadar yang berbeda-beda. Mungkin tingkat cemarannya juga berbeda-beda," kata Budi dikutip dari Antara, Jumat, 8 Mei 2026.
Timbal merupakan logam berat beracun yang dapat merusak sistem saraf, ginjal, serta sistem kardiovaskular.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengemukakan, paparan timbal dikaitkan dengan lebih dari 1,5 juta kematian di seluruh dunia pada 2021, terutama karena masalah kardiovaskular.
Selain timbal, ikan sapu-sapu mengandung protein sekitar 19 gram per 100 gram dan karbohidrat sebesar 9 gram dari 100 gram atau 9 persen. Namun, mempertimbangkan dampak buruk bagi kesehatan tubuh, Budi menyarankan masyarakat tidak mengonsumsi ikan sapu-sapu.
"Banyak sumber protein lain yang harganya terjangkau. Protein itu enggak mesti harus mahal, telur proteinnya tinggi. Kemudian ikan emas juga tinggi. Timbal juga ada proteinnya, jadi tidak harus ikan sapu-sapu," kata dia.
.jpg)
Ilustrasi ikan sapu-sapu. Foto: Antara.
Budi menambahkan, pada prinsipnya, ikan sapu-sapu tidak mengandung racun alami seperti ikan butal yang mengandung toksik. Saat ikan sapu-sapu tinggal di habitat yang baik, kemungkinan besar tidak akan ada cemaran di dalam tubuhnya.
"Misalkan di Amerika sana, di sungai Amazon, yang itu cemarannya tidak ada. Atau mungkin di Jepang. Jepang itu proses pengendalian IPAL-nya bagus sekali. Memelihara ikan sapu-sapu di sana, kemungkinan besar tidak akan ada cemaran logam beratnya, cemaran bakteri," kata dia.
Tetapi, apabila ikan hidup di lingkungan dengan banyak cemaran maka ikan tersebut akan ikut tercemar.