Mahasiswa dari berbagai kampus yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Aceh (ARA) saat melakukan aksi menolak Pergub JKA, di kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin, 4 Mei 2026. ANTARA/Rahmat Fajri
Enam Mahasiswa Ditangkap saat Demo di Kantor Gubernur Aceh
Silvana Febiari • 5 May 2026 09:19
Banda Aceh: Polresta Banda Aceh menangkap enam mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Aceh (ARA) saat menggelar unjuk rasa di kantor Gubernur Aceh. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap pemberlakuan Peraturan Gubernur Aceh (Pergub) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA).
"Enam orang dari massa pengunjuk rasa sempat diamankan karena menurunkan bendera Merah Putih dan memprovokasi massa lainnya," kata Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Andi Kirana, dilansir dari Antara, Selasa, 5 Mei 2026.
Untuk diketahui, mahasiswa dari berbagai kampus di Aceh yang tergabung dalam ARA melakukan aksi di depan kantor Gubernur Aceh. Mereka menolak penerapan Pergub JKA dan mendesak agar peraturan tersebut dicabut.
Andi mengatakan dalam aksi unjuk rasa tersebut, terdapat massa yang hendak menurunkan bendera merah putih, tetapi petugas keamanan menghalanginya untuk tidak menurunkan simbol negara. Adapun keenam pendemo yang ditangkap tersebut yakni, RMZ (34), MRA (20), ASN (21), MAU (21), DAI (22), dan TP (22).
"Saat sedang melakukan audiensi, ada massa yang menurunkan bendera merah putih serta memprovokasi masa lainnya sehingga terjadi pembubaran oleh tim dalmas awal dilanjutkan dalmas lanjutan serta PHH dari Sat Brimob Polda Aceh," ujarnya.
.jpeg)
Demonstrasi. Foto: Ilustrasi Medcom.id
Andi menyampaikan dari enam orang yang diamankan tersebut, empat di antaranya telah diserahkan kembali kepada penanggung jawab aksi. Sementara dua lainnya menjalani perawatan medis.
"Dua lainnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Aceh karena mengalami benturan dengan personel sehingga dokter mendiagnosa cedera kepala ringan," ungkapnya.
Sebelumnya petugas telah memberikan imbauan kepada peserta agar aksi unjuk rasa dilaksanakan dengan semangat damai. "Mari kita jaga suasana Kota Banda Aceh tetap kondusif," demikian Andi.