Pasukan Israel Tangkap 14 Warga Palestina dalam Penggerebekan di Tepi Barat

Pasukan Israel dalam operasi darat di Tepi Barat. (Anadolu Agency)

Pasukan Israel Tangkap 14 Warga Palestina dalam Penggerebekan di Tepi Barat

Willy Haryono • 23 August 2026 20:13

Ramallah: Pasukan Israel menangkap sedikitnya 14 warga Palestina, termasuk seorang anak, dalam serangkaian penggerebekan di Tepi Barat pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Pada saat yang sama, serangan oleh pemukim Israel dilaporkan merusak properti serta lahan pertanian milik warga Palestina.

Di Osarin, sebelah selatan Nablus, pemukim Israel membakar sebuah ruangan tempat tinggal milik warga Palestina di bagian utara desa tersebut, menurut sumber lokal yang dikutip Anadolu.

Pemukim juga membakar sebagian sebuah kendaraan dan mencoretkan slogan bernada rasis di lokasi kejadian.

Di Bethlehem, pemukim Israel menyerang kawasan Khala'il al-Louz di sebelah timur kota. Serangan tersebut dilaporkan merusak pipa irigasi yang digunakan untuk pertanian, menebang pohon, serta merusak properti dan lahan pertanian warga Palestina.

Menurut kantor berita resmi Palestina Wafa, pemukim juga mencabut pohon zaitun dan anggur dari lahan milik warga Palestina di Desa al-Minya, sebelah timur Bethlehem.

Penangkapan di Sejumlah Wilayah

Di Nablus, pasukan Israel menggerebek kota Beita, Tell, dan Beit Dajan serta menggeledah sejumlah rumah, menurut Wafa.

Di Tulkarem, kendaraan militer dan polisi Israel memasuki kota dan memusatkan keberadaan mereka di kawasan pusat kota serta area pasar. Menurut saksi mata, polisi juga memberikan surat tilang kepada sejumlah kendaraan warga Palestina.

Saksi juga mengatakan pasukan Israel mengibarkan bendera Israel di menara sebuah masjid di kamp pengungsi Nur Shams, sebelah timur Tulkarem.

Di Desa al-Rashaydeh, Bethlehem, dua warga Palestina, termasuk seorang anak, ditahan dalam penggerebekan.

Sementara di Qalqilya, pasukan Israel menangkap enam warga Palestina setelah menggerebek dan menggeledah rumah-rumah di kawasan Kafr Saba dan al-Naqqar, menurut Wafa.

Lima warga Palestina lainnya ditangkap di Kota Tulkarem, sementara satu orang ditangkap di Beita.

Di Ramallah, pasukan Israel menutup pintu masuk bagian barat Desa al-Mughayyir, sebelah timur laut kota, sehingga warga Palestina tidak dapat keluar maupun masuk desa tersebut.

Pasukan Israel juga melakukan pemeriksaan lapangan terhadap sejumlah warga dan menembakkan gas air mata ke arah kendaraan.

Menurut sumber lokal yang dikutip Anadolu, akses barat saat ini menjadi satu-satunya pintu masuk desa setelah pasukan Israel menutup akses timur pada 7 Oktober 2023.

Di Desa Burqa, sebelah timur Ramallah, pemukim Israel juga dilaporkan membakar sebuah tenda, peralatan, dan pakan ternak milik seorang petani Palestina.

Serangkaian insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Tepi Barat. Serangan pemukim Israel dan operasi militer Israel di wilayah tersebut meningkat sejak pecahnya perang Israel-Hamas di Jalur Gaza pada Oktober 2023.

Peningkatan kekerasan tersebut telah memicu peringatan dari otoritas Palestina dan komunitas internasional mengenai dampaknya terhadap warga sipil serta stabilitas kawasan.

Baca juga:  Mesir-Palestina Tolak Proyek Permukiman Israel di E1, Khawatir Tepi Barat Terpecah

(Willy Haryono)