Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Foto: MI.
Pemanfaatan Gedung Bersejarah Didorong untuk Pemajuan Ekonomi Budaya
Despian Nurhidayat • 19 August 2026 16:43
Jakarta: Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengunjungi Vila Bung Hatta dan Vila Riung Gunung di Kabupaten Bogor dalam rangka pengembangan dan pemanfaatan bangunan bersejarah. Kunjungan tersebut menjadi langkah strategis Kementerian Kebudayaan untuk meninjau secara langsung kondisi fisik bangunan cagar budaya sekaligus merumuskan tata kelola revitalisasi destinasi sejarah di kawasan Cisarua, Bogor.
“Di wilayah Puncak ini banyak situs sejarah yang berkaitan dengan tokoh-tokoh bangsa kita. Di wilayah Megamendung misalnya, ada Villa Bung Hatta yang sudah menjadi Cagar Budaya Kabupaten, dan kita harapkan tahun ini juga menjadi Cagar Budaya Nasional,” kata Fadli dikutip dari Media Indonesia, Rabu, 19 Agustus 2026.
Vila Bung Hatta di kawasan Megamendung merupakan lokasi pernikahan sederhana Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta dengan Rahmi Rachim. Selama peninjauan, Menteri Fadli Zon menjelaskan bahwa Mohammad Hatta bernazar atau berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menikah hingga Indonesia merdeka.
Setelah Indonesia merdeka, Wakil Presiden Indonesia pertama tersebut melangsungkan pernikahan, di mana memori bersejarah itu tersimpan abadi di Vila Bung Hatta melalui foto, buku-buku hingga surat-surat tulisan Mohammad Hatta.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Fadli juga mengunjungi Vila Riung Gunung. Fadli Zon menjelaskan Cisarua di Kabupaten Bogor merupakan daerah yang memiliki potensi wisata sejarah dan budaya.
Selain memiliki pemandangan bentang alam yang asri, Cisarua menyimpan banyak situs bersejarah yang dapat menjadi daya tarik wisata budaya, salah satunya adalah Vila Riung Gunung. Guna melakukan percepatan pemanfaatan potensi tersebut, Menbud mendorong Vila Riung Gunung untuk menjadi Cagar Budaya.
“Puncak punya potensi yang luar biasa untuk menjadi destinasi budaya, destinasi kuliner, destinasi sejarah dan juga berbagai wisata lainnya. Termasuk Vila Riung Gunung ini, di mana kita bisa melihat pemandangan Puncak dari satu angle yang berbeda. Tentu adanya Vila Riung gunung ini juga bisa memberi tambahan ilmu bagi masyarakat di sekitar, sehingga semakin banyak lagi wisatawan, pengunjung, baik domestik maupun internasional yang datang ke wilayah Puncak,” ujar Fadli Zon.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat mengunjungi Vila Bung Hatta dan Vila Riung Gunung di Kabupaten Bogor.
Fadli Zon turut mendorong pemanfaatan Vila Riung Gunung untuk memajukan ekonomi berbasis budaya. Menurutnya, situs sejarah seperti Vila Riung Gunung bukan hanya bangunan statis yang menyimpan cerita masa lalu, namun kehadirannya harus bermanfaat bagi perekonomian masyarakat sekitar.
Fadli optimis bangunan bersejarah tersebut akan semakin banyak menarik minat masyarakat untuk berkunjung, khususnya generasi muda.
“Bangunan karya arsitektur ini dibangun supaya kita tidak melupakan perjalanan bangsa ini, sehingga harus kita rawat. Untuk itu, Kementerian Kebudayaann melakukan restorasi, revitalisasi, renovasi terhadap bangunan-bangunan cagar budaya maupun bangunan yang diduga sebagai cagar budaya. Vila Riung Gunung ini juga harus dikembalikan ke tujuan aslinya, sebagai semangat yang menunjukkan kecintaan pada budaya bangsa kita,” ujar Fadli.
Kementerian Kebudayaan terus menegaskan komitmen dalam pemanfaatan serta akselerasi penetapan cagar budaya nasional. Sejumlah program strategis Kementerian Kebudayaan seperti restorasi Candi Perwara di kompleks Candi Prambanan, revitalisasi Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muara Jambi, serta digitalisasi narasi sejarah di berbagai situs penting terus dilaksanakan guna memastikan pelestarian warisan leluhur sejalan dengan edukasi publik.
Langkah tersebut bukan hanya bertujuan untuk memperkuat nilai histori dan struktur fisik cagar budaya, melainkan mengoptimalkan potensi cagar budaya yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat lokal.