Raja Kraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X membagikan ubarampe dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad. Dokumentasi/Kraton Yogyakarta
Keraton Yogyakarta Gelar Peringatan Maulid Nabi Tanpa Gunungan
Ahmad Mustaqim • 26 August 2026 16:08
Yogyakarta: Keraton Yogyakarta memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW secara sederhana tanpa menggelar tradisi Grebeg Gunungan. Peringatan tersebut diikuti langsung Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, dengan rangkaian kegiatan dari kompleks keraton menuju Masjid Gedhe Kauman pada Selasa malam, 25 Agustus 2026.
Wakil Penghageng II Kawedanan Sri Wandawa Keraton Jogja, KRT Sindurejo, menjelaskan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tetap dilaksanakan dalam bentuk sedekah raja kepada kawula melalui pembagian ubarampe pareden kepada para abdi dalem. Kegiatan dipusatkan di Kagungan Dalem Bangsal Srimanganti Keraton Yogyakarta, sementara peniadaan Garebeg Mulud Be 1960/2026 dilakukan dengan menyesuaikan kondisi zaman.
"Sejatinya upacara Garebeg dari masa ke masa juga sering mengalami perubahan. Kami sesuaikan dengan zamannya," ujar KRT Sindurejo di Yogyakarta.
Dlam tradisi Keraton Yogyakarta, kegiatan tersebut tetap dapat dilaksanakan dengan menyesuaikan kondisi sosial masyarakat saat ini. Meski demikian, rangkaian kegiatan tetap dikemas dengan mempertahankan esensi tradisi.
Menurutnya, Garebeg atau Grebeg merupakan salah satu upacara terbesar yang telah digelar raja-raja Keraton Yogyakarta sejak dahulu. Penyederhanaan pelaksanaan Grebeg juga pernah dilakukan saat pandemi Covid-19.
"Pengalaman itu menunjukkan bahwa rangkaian upacara budaya dapat berubah sesuai masanya, situasi dan kondisinya, asalkan esensinya tetap sama," kata dia.

Raja Kraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta saat peringatan Maulid Nabi Muhammad. Dokumentasi/Kraton Yogyakarta
Ia mengungkapkan, sejumlah rangkaian Hajad Dalem Garebeg Mulud Be 1960 ditiadakan, di antaranya Gladhi Resik Prajurit dan Numplak Wajik. Gunungan juga tidak dibawa keluar keraton.
Sebagai gantinya, Keraton membagikan ubarampe berupa rengginang kepada para abdi dalem yang menjadi kegiatan utama dalam peringatan tersebut.
Kegiatan tersebut juga diikuti oleh masyarakat. Setelah pembagian ubarampe, rangkaian dilanjutkan dengan pembacaan riwayat Nabi Muhammad SAW di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta.