Ratusan Pendaki Dievakuasi Imbas Karhutla Gunung Butak

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Petak 100 Pos 3 Gunung Butak. Dokumentasi/ BPBD Kabupaten Malang.

Ratusan Pendaki Dievakuasi Imbas Karhutla Gunung Butak

Daviq Umar Al Faruq • 2 September 2026 18:46

Batu: Kebakaran hutan dan lahan di Gunung Butak, Kota Batu-Kabupaten Malang, Jawa Timur, memicu evakuasi massal ratusan pendaki. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan para pendaki di tengah kebakaran.

Proses evakuasi difokuskan pada tiga kawasan gunung yang lokasinya saling terhubung di wilayah Kota Batu dan Kabupaten Malang. Seluruh rombongan pendaki diarahkan segera menghentikan aktivitas dan mendatangi pos turun terdekat.

"Untuk pendaki, saat ini total dari Butak 182 orang, Panderman 40 orang, dan Bokong 82 orang semua sudah dievakuasi turun. Seluruh pendaki dalam kondisi sehat," ujar Ketua Lembaga Masyarakat Desa dan Hutan (LMDH) Pesanggrahan, Ahmad Syaifudin, Rabu 2 September 2026.


Menindaklanjuti insiden tersebut, pengelola kawasan resmi menghentikan seluruh operasional jalur pendakian. Kebijakan ini diambil guna mengantisipasi bahaya susulan serta memberi ruang bagi sterilisasi area hutan.

"Semua jalur pendakian ditutup, baik via Panderman maupun pos lain," ujar Ahmad.

Penutupan akses berlaku menyeluruh untuk jalur utama via Panderman maupun pintu masuk pendakian alternatif lainnya. Petugas disiagakan di setiap pos registrasi untuk membatasi pergerakan pengunjung yang hendak naik.

Ahmad menegaskan pembukaan kembali jalur pendakian masih menunggu hasil evaluasi kondisi keamanan di lapangan. Pihaknya menetapkan standar ketat sebelum mengizinkan aktivitas alam terbuka kembali berjalan normal.

"Seluruh pos pendakian Gunung Bokong, Butak dan Panderman ditutup sementara waktu hingga batas waktu yang belum ditentukan menunggu keadaan benar benar aman dan kondusif," tegasnya.


Para pendaki Gunung Butak. (Dokumentasi/ BPBD Kota Batu)


Sementara itu, Ketua Lembaga Masyarakat Desa dan Hutan (LMDH) Pesanggrahan, Ahmad Syaifudin, mengatakan laporan awal mengenai titik api pertama kali dideteksi personel SAR pada pagi hari di area vegetasi. Kepulan asap terpantau membumbung dari wilayah Lembah Banteng.

"Kronologi terjadinya kebakaran hutan di Gunung Butak awal mulanya terlihat oleh tim SAR pada pukul 10.46 WIB di sekitar Lembah Banteng yang berada di baratnya Pos 3 arah Pendakian Kawinajang," kata Ahmad.

Kobaran api makin membesar menjelang tengah hari seiring tingginya intensitas angin di lokasi kejadian. Pihak SAR yang mengamati perkembangan fisik api segera menyebarkan informasi darurat tersebut ke posko utama pendakian.

"Api membesar pukul 11.20 WIB dan tim SAR melakukan laporan ke pihak basecamp," imbuh Ahmad.

Pengelola basecamp langsung mendistribusikan laporan bahaya ini ke instansi resmi teknis terkait. Langkah tanggap darurat diambil dengan menghubungi BPBD Kota Batu, Perhutani, dan jajaran kepolisian setempat.

"Lalu basecamp meneruskan ke pihak pengelola, selanjutnya pengelola naik ke atas dan mengubungi BPBD, Perhutani, kepolisian," beber Ahmad.

Upaya pemadaman darat dilangsungkan secara gotong royong dengan melibatkan warga sekitar kawasan lereng gunung. Kehadiran para penyedia jasa ojek pendakian menjadi salah satu elemen penting dalam percepatan penyisiran titik api.

Api berhasil dipadamkan pada Selasa sore sebelum meluas ke area hutan produksi lainnya. Ahmad mengaku keberhasilan penanganan lapangan ini berkat respons kolektif dari seluruh unsur yang terlibat.

"Pemadaman dilakukan bersama-sama dengan masyarakat, terutama ojek dan api bisa padam Selasa sore," ungkap Ahmad.

Petugas gabungan kini terus memantau area bekas kebakaran untuk memastikan tidak ada sisa arang yang berpotensi menyala kembali. Penyebab pasti munculnya titik api awal di kawasan vegetasi tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.

Sebelumnya, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Gunung Butak, Petak 100 Pos 3, Kota Batu, Jawa Timur, pada Selasa, 1 September 2026. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.46 WIB ini memaksa tim gabungan mengevakuasi sebanyak 185 pendaki dari jalur Panderman untuk mengantisipasi bahaya penyebaran api dan asap.

(Silvana Febiari)