Ketua Komisi Program Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) Alissa Wahid (kanan) saat konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (3/9/2026). ANTARA/Asep Firmansyah
Peta Jalan NU 2026-2050 jadi Tanggung Jawab Pengurus Baru
Siti Yona Hukmana • 3 September 2026 18:59
Jakarta: Ketua Komisi Program Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama Alissa Wahid, mengatakan penyusunan Peta Jalan NU 2026–2050 merupakan arah jangka panjang kepemimpinan NU pascamuktamar Lampung dan akan menjadi tanggung jawab kepengurusan yang baru. NU dipimpin Rais Aam Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU Abdul Hakim Mahfudz.
“Menjadi visi dari kepengurusan Rais Aam dan Ketua Umum terpilih di Muktamar ke-35, tetap pokok-pokok haluan program ini harus menjadi acuan dan nanti akan dipertanggungjawabkan sepanjang masa kepemimpinan, baik melalui Munas-Konbes maupun melalui Muktamar ke-36 tahun 2031 nanti,” ujar Alissa Wahid dalam konferensi pers di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 3 September 2026.
Tantangan itu meliputi abad digital, geopolitik, hingga perkembangan psikologis masyarakat. Maka dari itu, PBNU perlu bertransformasi dan melakukan konsolidasi dalam menjawab tantangan tersebut.
(1).jpeg)
Ilustrasi Muktamar NU. Metro TV/Jose
Selain itu, Alissa menegaskan peta jalan diarahkan pada penguatan khidmah NU melalui empat pilar. Keempatnya mencakup pesantren dan Aswaja, kesejahteraan sosial-ekonomi warga NU, peningkatan keunggulan sumber daya manusia (SDM) NU, serta pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
“Kalau ini tanggung jawab ke dalam, begitu ya, kepada warga NU yang jumlahnya 57 persen dari umat Islam di Indonesia,” kata Alissa.
Selain khidmah ke dalam, kata dia, NU tetap memiliki tanggung jawab terhadap bangsa dan dunia. Menurut Alissa, posisi NU sebagai salah satu kekuatan sosial kemasyarakatan di Indonesia membuat khidmah untuk bangsa dan dunia menjadi bagian penting dari arah organisasi.