Kementerian PU percepat pemulihan Jalur Tapan-Jambi yang terdampak longsor. (Foto: Kementerian PU)
Kementerian PU Kebut Pemulihan 8 Titik Longsor di Ruas Tapan-Jambi
Lukman Diah Sari • 12 October 2026 22:24
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengebut penanganan darurat delapan titik longsor dan jalan ambles di ruas jalan nasional Tapan–Batas Jambi, Sumatra Barat. Hingga Senin, 12 Oktober 2026, empat dari delapan titik terdampak telah berhasil dibersihkan dari material longsor.
Bencana tanah longsor ini dipicu oleh hujan deras yang melanda kawasan Nagari Jangki Ayam, Kecamatan Ranah Ampek Hulu, Kabupaten Pesisir Selatan, pada 9-10 Oktober 2026. Akibatnya, luapan Sungai Tapan dan material longsor memutus total konektivitas jalan di jalur tersebut.
“Kami bekerja tanpa jeda untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin. Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas kami,” ungkap Dody dalam keterangan resminya, Senin, 12 Oktober 2026.
Dalam proses penanganan, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatra Barat telah mengerahkan alat berat berupa dua unit ekskavator dan dua unit wheel loader. Petugas juga memasang rambu peringatan dan garis polisi untuk mengantisipasi risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
.jpeg)
Kementerian PU percepat pemulihan Jalur Tapan-Jambi yang terdampak longsor. (Foto: Kementerian PU)
Saat ini, Satgas BPJN Sumbar masih berjibaku menangani empat titik longsor tersisa dan memulihkan badan jalan yang ambles. Tingginya curah hujan di lokasi menjadi tantangan tersendiri karena meningkatkan risiko pergerakan tanah susulan, sehingga pengerjaan harus dilakukan secara cermat demi keselamatan petugas.
Hingga berita ini diturunkan, ruas jalan nasional Tapan–Batas Jambi masih ditutup total untuk kendaraan karena proses pembersihan belum rampung. Kementerian PU mengimbau pengguna jalan untuk menunda perjalanan yang melintasi rute tersebut hingga akses dinyatakan benar-benar aman dan dibuka kembali.