Pemulihan Desa Adat Sade, JRP Dorong Pentingnya Perlindungan Pariwisata

Pemulihan pascakebakaran di Desa Adat Sade, NTB. (Foto: Jasaraharja Putera)

Pemulihan Desa Adat Sade, JRP Dorong Pentingnya Perlindungan Pariwisata

Lukman Diah Sari • 15 October 2026 14:35

Lombok Tengah: Pemulihan pascakebakaran di destinasi wisata Desa Adat Sade, di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) terus dikebut. Dukungan pemulihan bukan hanya pada bangunan terdampak, tapi juga aktivitas ekonomi dan pelestarian budaya setempat.

Sejalan dengan hal tersebut, jajaran PT Jasaraharja Putera (JRP) turut mengunjungi Desa Adat Sade, sebagai bentuk kepedulian terhadap upaya pemulihan dan keberlanjutan pariwisata daerah. Sebagai bagian dari dukungan, JRP pun telah memberikan bantuan alat tenun untuk mendukung keberlangsungan aktivitas masyarakat sekaligus menjaga kelestarian tradisi lokal Desa Adat Sade.

“Semangat Melayani Sepenuh Hati mendorong kami untuk hadir dan memberikan dukungan bagi masyarakat yang sedang menjalani proses pemulihan. Bagi kami, pemulihan tidak hanya berarti membangun kembali fasilitas yang terdampak, tetapi juga mendukung keberlangsungan aktivitas ekonomi dan pelestarian budaya masyarakat," ujar ujar Direktur Utama PT Jasaraharja Putera Abdul Haris, mengutip rilis resmi, Kamis, 15 Oktober 2026. 

Abdul Haris mengaku percaya, bahwa kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung proses pemulihan yang berkelanjutan. Pemulihan, kata dia, perlu memperhatikan keberlangsungan aktivitas ekonomi dan pelestarian budaya yang menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat.

"Kami berharap upaya bersama ini dapat membantu masyarakat Desa Adat Sade bangkit dan terus menjaga warisan budayanya sebagai bagian dari kekayaan pariwisata Indonesia,” kata dia.

Hingga 9 Oktober 2026, sebanyak 40 dari total 75 rumah adat di Desa Adat Sade yang terdampak kebakaran, kini telah dibangun kembali, dan atap pun telah terpasang. Selanjutnya, pembangunan fasilitas umum, termasuk masjid, museum, bale bengong, dan toilet umum, juga telah dimulai.


Rumah "Bale" adat Sasak. (Dok. Kementerian Pariwisata)

Peninjauan upaya pemulihan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, jajaran perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta Gubernur  NTB Lalu Muhammad Iqbal, Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, dan jajaran Pemerintah Provinsi NTB serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.

Seluruh proses pemulihan ini dipastikan tetap mengedepankan kelestarian dan karakter arsitektur budaya asli Desa Adat Sade. Dalam upaya pemulihan tersebut, JRP menekankan pentingnya manajemen risiko dan kesiapsiagaan dalam pengelolaan destinasi wisata. Instrumen asuransi pariwisata dinilai krusial sebagai perlindungan dan dapat melengkapi upaya peningkatan keselamatan dalam kegiatan pariwisata. 

(Lukman Diah Sari)