Masker Masih Efektif Cegah Asap Karhutla? Ini Penjelasan Kemenkes

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, dalam program Kontroversi. Foto: Tangkapan layar YouTube Metro TV.

Masker Masih Efektif Cegah Asap Karhutla? Ini Penjelasan Kemenkes

Muhamad Marup • 16 October 2026 16:48

Jakarta: Masker merupakan alat pelindung diri (APD) yang efektif untuk mencegah dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski begitu, karhutla yang terjadi berbulan-bulan mulai menimbulkan pertanyaan terkait efektivitas masker.

"Masker itu masih cukup ampuh untuk dipakai di dalam keadaan kebakaran (karhutla) ini," ujar Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, dalam program Kontroversi Metro TV, Rabu, 15 Oktober 2026.

Ia mengingatkan, efektivitas jenis masker menentukan kualitas pencegahan dampak asap karhutla. Masker N95 dapat memberikan perlindungan maksimal.

"Tapi apapun jenis masker sebaiknya memang dipakai," jelasnya.
 
Widyawati mengungkapkan, dampak asap karhutla tidak hanya dicegah melalui penggunaan masker. Menurutnya, menutup ventilasi dan meminimalisir aktivitas luar ruangan juga penting.

"(Masker) harus dibarengi dengan bagaimana kita meminimalisir dampak udara yang ada di sekitar," katanya.


Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kristomei Sianturi, dalam program Kontroversi. Foto: Tangkapan layar YouTube Metro TV.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kristomei Sianturi, memaparkan indikator penentuan status bencana yaitu jumlah korban, kerugian harta benda, cakupan luas wilayah terdampak, dampak sosial ekonomi, kemampuan pemerintah daerah, dan asesmen dari BNPB. Meski begitu, ia menekankan, bencana nasional hanya status.

Ia menekankan, terlepas dari permasalahan status, paling penting adalah respons cepat ketika terjadi bencana. Respons cepat penting untuk mencegah semakin banyak masyarakat terdampak bencana.

"Inti dari bagaimana kita menanggulangi bencana adalah bagaimana kita secara cepat untuk merespons," katanya.

Kristomei menambahkan, partisipasi masyarakat dalam penanggulangan bencana juga penting dalam respons cepat. Di sisi lain, pemerintah daerah juga harus bisa membuat sistem mengingat bencana-bencana yang berulang.

"Nah itu kan langkah-langkah antisipatif apa yang harus bisa kita kerjakan, baik dari pemerintah perusahaan atau BNPB maupun pemerintah daerah," ucapnya.

(Muhamad Marup)