2,3 Juta Jiwa di Jateng Terdampak Kekeringan, 75 Juta Liter Air Bersih Disalurkan

Bantuan air bersih terus disalurkan ke kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah yang kini dilanda kekeringan (foto: MI/Akhmad Safuan)

2,3 Juta Jiwa di Jateng Terdampak Kekeringan, 75 Juta Liter Air Bersih Disalurkan

Akhmad Safuan • 30 September 2026 12:04

Semarang: Bencana kekeringan dan krisis air bersih di Provinsi Jawa Tengah kian meluas. Tercatat lebih dari 2,3 juta jiwa terdampak, sementara 29 daerah telah menetapkan status siaga darurat kekeringan. Hingga kini, puluhan juta liter air bersih telah disalurkan ke ratusan desa di berbagai wilayah terdampak.

Hingga Rabu, 30 September 2026, bantuan air bersih terus digelontorkan untuk mengatasi krisis yang melanda 784 desa di 255 kecamatan pada 34 daerah di Jawa Tengah.

"Kita terus pantau kekeringan di Jawa Tengah yang kian meluas, terutama daerah yang mengalami kesulitan air bersih akan terus digelontorkan bantuan hingga kondisi kembali normal," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan, Rabu, 30 September 2026.

Bergas merinci, sebanyak 29 daerah yang telah menetapkan status siaga darurat kekeringan meliputi: Kabupaten/Kota Semarang, Klaten, Kudus, Grobogan, Jepara, Cilacap, Banjarnegara, Wonogiri, Banyumas, Kendal, Wonosobo, Kota Solo, Blora, Sukoharjo, Kota Magelang, Kabupaten Tegal, Demak, Brebes, Kebumen, Purbalingga, Pemalang, Batang, Rembang, Pekalongan, Purworejo, Kota Tegal, Boyolali, dan Kota Salatiga.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, bantuan air bersih terus didistribusikan secara sinergis. Selain bersumber dari Pemerintah Provinsi dan daerah, bantuan juga disalurkan oleh jajaran TNI, Polri, lembaga kemasyarakatan, serta pihak swasta.

Berdasarkan data BPBD Jawa Tengah periode 5 Juni hingga 28 September 2026, berikut adalah rincian operasional penyaluran bantuan air bersih:
  • Total volume air disalurkan: 75.463.000 liter

  • Cakupan wilayah distribusi: 33 kabupaten/kota

  • Jumlah penerima manfaat: 1.557.333 Kepala Keluarga (KK) atau 2.341.548 jiwa

  • Sumber dana APBD (Pemprov dan Pemkab/Pemkot): 36.448.900 liter

  • Sumber dana APBN: 259.000 liter

  • Sumber Corporate Social Responsibility (CSR) dan lembaga swadaya: 38.755.100 liter

"Daerah dengan distribusi air bersih tertinggi di Jawa Tengah yakni Kabupaten Klaten, Pemalang, Purbalingga, Boyolali, Grobogan, Banyumas, Sragen, Cilacap, Blora, dan Banjarnegara," papar Ahmad Luthfi.

Bantuan air bersih terus disalurkan ke kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah yang kini dilanda kekeringan (foto: MI/Akhmad Safuan) 

Lebih lanjut, Luthfi menegaskan bahwa penanganan darurat kekeringan tidak hanya diperuntukkan bagi kebutuhan konsumsi masyarakat, tetapi juga harus menyasar lahan pertanian guna menjaga produktivitas dan ketahanan pangan.

"Saya minta kepada Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah berkoordinasi dengan seluruh bupati/wali kota melakukan pemetaan dan intervensi kebutuhan air bagi petani," tegasnya.

(Lukman Diah Sari)