Kepala Basarnas Mohammad Syafii (tengah) memberikan keterangan dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari ke-21 kecelakaan KM Virgo Transport 8, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (3/10/2026) malam. (ANTARA/Tumpal Andani Aritonang)
Penyelaman KM Virgo Transport 8 Disetop, Basarnas: Kondisi Jasad Rentan
Lukman Diah Sari • 4 October 2026 07:59
Banjarmasin: Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menghentikan operasi penyelaman dalam pencarian korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 pada hari ke-21 pencarian, Sabtu, 3 Oktober 2026. Keputusan tersebut diambil lantaran kondisi jasad korban di dalam bangkai kapal telah berubah, sehingga operasi bawah air (underwater) dinilai tidak lagi efektif.
"Pada beberapa hari pertama, kondisi korban yang dievakuasi dari dalam kapal masih memungkinkan untuk terapung. Sehingga ketika ditarik, korban dapat diangkat ke permukaan air," kata Kepala Basarnas Mohammad Syafii dalam konferensi pers di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu malam, 3 Oktober 2026, melansir Antara.
"Kini jasad korban rentan terurai ketika ditarik keluar dari dalam kapal. Karena itu, tidak efektif kalau operasi underwater ini kita teruskan," ujarnya.
Syafii berharap operasi salvage atau pengangkatan bangkai kapal oleh pihak pemilik dapat segera dilaksanakan. Langkah ini dinilai paling aman untuk melanjutkan evakuasi sisa korban yang diduga masih terjebak di dalam kapal.
"Kemampuan maksimal penyelaman terhadap badan kapal telah dilakukan, dan dalam tiga hari terakhir kami tidak menemukan korban lagi," tuturnya.
.jpeg)
Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad korban kecelakaan KM Virgo Transport 8, di perairan Masalembo, Laut Jawa. (ANTARA/HO-Basarnas)
Ia menjelaskan, masih ada bagian kapal yang belum tersentuh penyelam, termasuk area lambung kiri. Namun, kondisi struktur bangkai kapal saat ini sangat labil sehingga sangat membahayakan keselamatan tim penyelam.
Meski operasi penyelaman dihentikan, Basarnas memastikan tetap melanjutkan operasi SAR permukaan. Pencarian kini difokuskan pada wilayah yang berpotensi menjadi lintasan hanyutnya korban akibat terbawa arus laut, yakni di perairan Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.
Hingga hari ke-21 operasi SAR pada Sabtu pukul 22.00 Wita, Basarnas mencatat sebanyak 188 orang telah dievakuasi, dengan rincian 108 orang selamat dan 80 orang meninggal dunia. Sementara itu, 55 korban dari total 243 penumpang dalam manifes KM Virgo Transport 8 masih berstatus dalam pencarian.